Perselisihan Santri di Pesantren Modern Bani Tamim Selesai Secara Kekeluargaan

Teras Media

- Penulis

Jumat, 6 Oktober 2023 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Kab. Tangerang – Pihak Pondok Pesantren Modern Bani Tamim membantah adanya peristiwa bullying yang dialami santri berinisial (MS). Demikian ditegaskan, Gilang Restu Riyana selaku Direktur SDM dan Umum yang juga Penanggung Jawab Pondok Pesantren Modern Bani Tamim, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/10/2023).

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 16 September 2023 lalu itu, kata Gilang hanya perselisihan antara santri (MS) dan (K) dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak. Hal itu dibuktikan telah dibuat surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai oleh masing masing wali santri .

“Alhamdulillah dari awal kejadian kita sudah pertemukan antara kedua wali santri baik orangtua inisial MS maupun orangtua (K). Disini sudah menemukan kesepakatan, bahwa kedua orang tua santri menyelesaikan secara kekeluargaan dan akan bertanggung jawab,” jelas Gilang.

Dikatakan Gilang, saat peristiwa perselisihan itu terjadi, santri lainnya yang melihat langsung melerai. Kemudian Pihak Pondok Pesantren Bani Tamim langsung memfasilitasi kedua belah pihak untuk diselesaikan.Di Pondok Pesantren Modern Bani Tamim, jelas Gilang, selalu mengajarkan tentang kebaikan, akhlak dan pembentukan karakter. Selain itu juga selalu melaksanakan kegiatan keakraban antara santri untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya.

“Kami juga menggelar lomba lomba dan ekstrakurikuler sesama angkatan. Perselisihan itu memang terjadi saat jam istirahat dan dipisahkan oleh ketua kamar.

Atas insiden itu, Gilang berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebelumnya, pihak pondok juga telah membuat spanduk anti bullying dan menempelnya di kawasan pondok.

“Kami konsen masalah bullying. Kami sudah tempel spanduk anti bullying, Apalagi banyak berita dan persitiwa yang terjadi di luar. Kami selalu  mengajarkan tentang kebaikan akhlak dan karakter,” ujarnya.

Sementara, atas peristiwa itu, Sidik selaku orang tua santri, (MS), membuat pernyataan maaf kepada ustad Venus selaku wali kelas dan kepada ustad ustad di Pondok Pesantren Modern Bani Tamim.

“Saya memohon maaf khususnya kepada ustad venus. Jangan berpikir jelek atau suudzon kepada saya.Mungkin ini karena karena miss komunikasi. Tapi Allhamdulillah semuanya sudah beres masalah kejadian ini,” ujar Sidik dalam video yang diterima wartawan. (Rill/Yud)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Smata Institute Bedah Buku “Paradoks Desentralisasi”
Enam Siswa Paket B PKBM Sabakingkin Ikuti Tes Kemampuan Akademik
268 Siswa Kelas IX SMPN 5 Rangkasbitung Ikuti Tes Kemampuan Akademik
Kabid Diksus Dindikbud Banten Buka Langsung FLS2N Tingkat Kabupaten Lebak Tahun 2026
381 Siswa Kelas IX SMPN 1 Warunggunung Ikuti TKA, Pengganti Ujian Nasional
SMPN 1 Curugbitung Laksanakan Tes Kemampuan Akademik
Sinergi Astra Perkuat Fasilitas Pendidikan di Lebak
Dies Natalis Universitas Budi Luhur ke-47, Pengamat Pertahanan Ucapkan Selamat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:04 WIB

Smata Institute Bedah Buku “Paradoks Desentralisasi”

Sabtu, 11 April 2026 - 13:07 WIB

Enam Siswa Paket B PKBM Sabakingkin Ikuti Tes Kemampuan Akademik

Jumat, 10 April 2026 - 21:05 WIB

268 Siswa Kelas IX SMPN 5 Rangkasbitung Ikuti Tes Kemampuan Akademik

Kamis, 9 April 2026 - 18:44 WIB

Kabid Diksus Dindikbud Banten Buka Langsung FLS2N Tingkat Kabupaten Lebak Tahun 2026

Rabu, 8 April 2026 - 15:35 WIB

381 Siswa Kelas IX SMPN 1 Warunggunung Ikuti TKA, Pengganti Ujian Nasional

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman periode 2026-2031, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 Apr 2026 - 22:16 WIB

Keterangan foto : Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:00 WIB