Banten Masuk Urutan 15 Provinsi Terkorup, Gerak 08 Jangan Mau Dikuasai Dinasti 

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 21 September 2024 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Ilustrasi tahanan KPK menggunakan rompi tahanan KPK.

i

Keterangan Foto: Ilustrasi tahanan KPK menggunakan rompi tahanan KPK.

Ikuti kami di Google News

Banten – Salah satu akibat tingginya tingkat korupsi di Banten, warga tidak bisa mengakses layanan yang mendasar dari pemerintah. Menurut Ketua Gerak 08, Mohamad Rohim, salah satunya adalah tingginya biaya pendidikan pelayanan rumah sakit.

Rohim mencontohkan pemerintah provinsi Banten yang tidak melarang adanya pungutan liar. “Hal tersebut dibalut dengan dalih ada kesepakatan antara dewan guru dengan komite sekolah atau orang tua murid,” ujarnya.

Provinsi Banten tercatat sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang tingkat korupsinya tinggi. Berdasarkan data Indosian Coruption Watch (ICW), tingkat korupsi Banten menduduki posisi ke-15 dari 33 provinsi di Indonesia. Sedangkan provinsi yang tercatat tingkat korupsinya tertinggi adalah Sumatera Utara.

Akibat lain dari korupsi di Banten, menurut Rohim, adalah buruknya infrastruktur di provinsi ini. “Tidak terlihat kemajuan yang berarti dari pembangunan di berbagai bidang di provinsi yang sudah berusia 24 tahun tersebut,” (21/9/24) katanya.

Rohim menambahkan , agar Banten terbebas dari kemiskinan korupsi kita perlu pemimpin yang mempunyai niat baik untuk membangun Banten bukan memperkaya diri dan golongannya. Menurutnya, monopoli kekuasaan pemerintahan yang dikuasai oleh salah satu dinasti selama ini membuat sistem pengawasan menjadi sangat lemah.

“Hampir semua lembaga pemerintahan dikuasai oleh dinasti tersebut, bagaimana pengawasan bisa berjalan dengan baik,” ujar Rohim kepada wartawan.

Selain itu, Rohim mengatakan kita perlu pemimpin yang lahir dari anak kandung rakyat agar dia bisa memahami keinginan rakyat di bawah. Menurutnya, rakyat Banten harus berjuang dan bersatu untuk menjadi agen perubahan jangan mau dikuasai terus oleh dinasti Banten.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua
Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon
48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB