Politik Dua Kaki PDIP Bikin PKB Gelisah, Pengamat: Gerus Posisi Tawar Koalisi

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Megawati saat mengumumkan Capres dari PDIP, Jumat (21/4/2023)

i

Keterangan foto : Megawati saat mengumumkan Capres dari PDIP, Jumat (21/4/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta -Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai desakan PKB agar PDIP memperjelas posisinya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak bisa dilepaskan dari kalkulasi politik menuju 2029.

Menurut Arifki, selama ini PDIP berada pada posisi yang relatif menguntungkan. Di satu sisi, PDIP dapat mengkritik pemerintah ketika muncul kebijakan yang mendapat penolakan publik. Namun di sisi lain, komunikasi politik dengan pemerintah tetap terjaga dengan baik.

“Posisi seperti ini membuat PDIP memiliki ruang gerak politik yang lebih fleksibel dibandingkan partai-partai yang sudah berada di dalam kabinet. Ketika ada kebijakan yang tidak populer, PDIP bisa mengambil jarak. Tetapi ketika ada momentum politik yang menguntungkan, PDIP tetap memiliki akses komunikasi dengan pemerintah,” kata Arifki, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut juga membuat PDIP berpeluang menyerap sebagian ceruk pemilih yang kritis terhadap pemerintah. Sementara partai-partai koalisi harus ikut menanggung konsekuensi politik dari berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Arifki menilai semakin lama PDIP mempertahankan posisi politik yang fleksibel tersebut, semakin tinggi pula nilai tawar politik partai berlambang banteng itu dalam konfigurasi kekuasaan nasional.

“Posisi tawar PDIP berpotensi semakin mahal karena tetap menjadi faktor yang diperhitungkan baik oleh pemerintah maupun partai-partai koalisi. Situasi ini tentu membuat partai-partai yang sudah berada di dalam pemerintahan harus terus menghitung berbagai kemungkinan perubahan peta politik ke depan,” ujarnya.

Karena itu, Arifki melihat pernyataan PKB bukan sekadar meminta kejelasan sikap PDIP. Lebih jauh, hal itu mencerminkan kegelisahan sebagian partai koalisi terhadap meningkatnya daya tawar politik PDIP yang saat ini berada di luar pemerintahan tetapi tetap memiliki akses dan pengaruh dalam dinamika politik nasional.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Golkar Sorong Selatan Siap Gelar Musda VI, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Manuver Curi Start Jokowi Dinilai Jadi Bom Waktu yang Bisa Merusak Nama Prabowo
Jokowi Temui Penggiat Buruh Migran di Lampung, Bahas Perlindungan PMI
Berita ini 30 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Senin, 20 Juli 2026 - 19:30 WIB

Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen

Senin, 20 Juli 2026 - 17:05 WIB

Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:43 WIB

FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru