Manuver Curi Start Jokowi Dinilai Jadi Bom Waktu yang Bisa Merusak Nama Prabowo

Avatar photo

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Presiden Jokowi bersama masyarakat dan relawan Jokowi

i

Keterangan Foto: Presiden Jokowi bersama masyarakat dan relawan Jokowi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, memprediksi peta politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 akan mengalami guncangan besar. Salah satu kejutan terbesar yang diramalkan adalah pecahnya kongsi antara Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurut analisis Jerry, Prabowo sangat kecil kemungkinan untuk kembali berpasangan dengan putra sulung Joko Widodo tersebut pada kontestasi mendatang.

“Saya rasa Gibran akan menjadi figur yang sulit bersaing jika harus berhadapan langsung atau bahkan terus mendampingi Prabowo di 2029,” ujar Jerry Massie saat dihubungi, Senin (29/6/2026)

Ambisi Jokowi yang Menjadi “Bom Waktu”

Jerry menyoroti manuver mantan Presiden Jokowi yang belakangan ini dinilai sangat agresif turun ke lapangan demi mempromosikan Gibran dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah “curi start” kampanye di luar jadwal resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini dipandang bukan hanya melanggar etika dan aturan pemilu, tetapi juga berpotensi merugikan kubu Prabowo.

Alih-alih membantu, gerakan sepihak dari lingkaran Jokowi ini dinilai bisa menjadi “bom waktu” yang merusak citra politik Prabowo Subianto. Publik menangkap kesan adanya ambisi dinasti yang dipaksakan agar trah Jokowi tetap memegang kendali pemerintahan di masa depan.

Lebih lanjut, Jerry menilai model politik pencitraan dengan bagi-bagi sembako berbalut simbol partai kini sudah tidak lagi sakti di mata masyarakat yang kian cerdas.

Meredupnya “Sihir” Jokowi di PSI

Upaya Jokowi mendongkrak elektabilitas PSI juga diprediksi akan berujung sia-sia. Meski menggunakan jargon “PSI partainya Jokowi”, perolehan suara partai tersebut pada pileg lalu mandek di angka 2,9%—gagal menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 presen.

Jerry Massie bahkan memperingatkan bahwa jika PSI terus memaksakan diri mengusung Gibran dan tidak fokus pada pembenahan internal, pemilu mendatang bisa menjadi “kiamat” elektoral bagi partai berlambang mawar tersebut.

“Elektabilitas PSI saat ini masih terpuruk di kisaran 1 hingga 1,5 persen. Lebih baik PSI fokus meloloskan diri ke parlemen ketimbang bermimpi muluk di bursa Pilpres,” tegas Jerry.

Gibran Terhambat Isu Sensititf, Prabowo Cari Alternatif

Di sisi lain, Jerry menyebut langkah Gibran menuju 2029 akan sangat berat akibat tumpukan sentimen negatif dari masa lalu. Polemik akun fiktif “Fufu Fafa” hingga isu keabsahan ijazah dinilai menjadi batu sandungan besar yang sewaktu-waktu bisa menganulir posisinya di mata publik.

Sebagai gantinya, Prabowo Subianto diprediksi akan mencari figur pendamping yang jauh lebih matang, cerdas, visioner, dan didukung oleh mesin partai yang solid demi menjaga stabilitas nasional.

Beberapa nama potensial dari kalangan profesional dan teknokrat kini mulai mencuat, seperti Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Tak hanya itu, Prabowo juga memiliki peluang besar untuk membangun koalisi kuat dengan merangkul para ketua umum partai besar, seperti Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN), Muhaimin Iskandar (PKB), bahkan tokoh sentral seperti Puan Maharani (PDIP) dan Surya Paloh (NasDem).

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon
48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Golkar Sorong Selatan Siap Gelar Musda VI, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Senin, 20 Juli 2026 - 19:30 WIB

Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen

Berita Terbaru