Terasmedia.co Bandung – Dua Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar di Jawa Barat, yakni Kabupaten Sukabumi dan Kota Banjar, dicopot dari jabatannya menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Jawa Barat. Keputusan ini menuai sorotan karena dianggap tergesa-gesa dan tidak transparan.
Ketua DPD Golkar Jabar, Tubagus Ace Hasan Syadzily, menunjuk Deden Nasihin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Kabupaten Sukabumi menggantikan Marwan Hamami. Sementara di Kota Banjar, Dadang Ramdhan Kalyubi digantikan oleh Bambang Haryono.
“Saya sendiri tidak begitu memahami alasan pencopotan dua Ketua DPD II ini, khususnya Pak Marwan. Pak Ace terlalu gegabah mencopot keduanya dan langsung menunjuk Plt,” ujar Aris, salah satu kader senior Golkar, Sabtu (3/5/2025).
Aris menilai keputusan tersebut bertentangan dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) 02/DPP/GOLKAR/IV/2025 tentang penyelenggaraan Musyawarah Partai Golkar di daerah. Dalam aturan itu, penunjukan Plt hanya dapat dilakukan jika ketua berhalangan tetap atau melakukan pelanggaran berat, serta harus melalui persetujuan pimpinan partai dua tingkat di atasnya.
“Kalau memang ada pelanggaran, harusnya dijelaskan. Di mana pelanggaran beratnya?” lanjut Aris.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak DPD Golkar Jabar terkait dasar penggantian tersebut. Keputusan ini dikhawatirkan dapat memicu kegaduhan internal menjelang Musda.
