Memperkokoh Moralitas Bangsa di Era Perubahan: Konsolidasi Kader MKGR Menuju Indonesia Maju

Memperkokoh Moralitas Bangsa di Era Perubahan: Konsolidasi Kader MKGR Menuju Indonesia Maju
Foto (Red).
Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Organisasi sayap partai Golkar Yakni Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), sayap penting dari partai politik yang memiliki akar kuat dalam sejarah sosial-politik Indonesia, kembali menunjukkan eksistensinya lewat penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang berlangsung di Jakarta, Jumat malam.

Dalam suasana penuh kehangatan kekeluargaan namun sarat makna perjuangan, Rakornas MKGR kali ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Acara ini menjadi momentum penting konsolidasi nasional untuk meneguhkan komitmen organisasi dalam merespons dinamika bangsa. Hadir para tokoh nasional, pengurus pusat hingga daerah, termasuk Anggota DPR RI sekaligus kader MKGR, Rycko Menoza SZP.

Rycko menekankan bahwa Rakornas MKGR bukanlah forum seremonial semata, melainkan panggilan sejarah bagi setiap kader untuk kembali memperkuat nilai solidaritas dan semangat gotong royong di tengah berbagai tantangan kebangsaan.

Bacaan Lainnya

“Rakornas ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah panggilan sejarah untuk memperkuat solidaritas nasional dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Rycko di Jakarta Hotel Mulya 18 Juli 2026.

Menurut mantan Bupati Lampung Selatan ini, tantangan Indonesia hari ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menyentuh krisis nilai, polarisasi politik, serta makin memudarnya semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama bangsa.

“Ketimpangan sosial, politik identitas, hingga rendahnya literasi kebangsaan mengancam persatuan. MKGR harus menjadi jembatan yang mempersatukan,” tegasnya.

Rakornas MKGR 2025 juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan diperjuangkan di level eksekutif maupun legislatif. Rycko menyatakan kesiapannya sebagai wakil rakyat untuk mengawal dan mendorong agar hasil Rakornas tersebut tidak berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan dalam bentuk kebijakan pro-rakyat.

“Saya siap menjembatani seluruh aspirasi MKGR agar bisa diwujudkan dalam kebijakan negara yang menyentuh kebutuhan rakyat,” tandasnya.

Rycko juga menyoroti pentingnya transformasi MKGR di tengah arus digitalisasi. Ia menekankan bahwa organisasi kemasyarakatan saat ini tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan lama. Dibutuhkan inovasi, integrasi teknologi, serta keterbukaan terhadap perubahan zaman.

“Digitalisasi organisasi adalah keniscayaan. Kita perlu sistem data terintegrasi, komunikasi daring, dan ruang diskusi virtual. Ini penting agar MKGR tetap relevan, terutama di mata generasi muda, milenial, dan Gen Z,” ungkapnya.

Selain itu, MKGR juga akan membangun kemitraan lintas sektor dengan dunia pendidikan, pelaku UMKM, dan komunitas kepemudaan guna memperluas dampak sosialnya.

“Kita ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat bawah melalui program nyata. MKGR harus menjadi rumah besar bagi kolaborasi sosial,” lanjut Rycko.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum MKGR, Adies Kadir, menggarisbawahi bahwa MKGR memiliki banyak kader yang tersebar dan aktif di berbagai komisi DPR RI. Hal ini merupakan modal penting dalam mengawal aspirasi organisasi agar dapat ditransformasikan menjadi langkah konkret di parlemen.

“Kader MKGR tersebar di banyak komisi strategis. Mereka vokal, aktif, dan siap memperjuangkan nilai-nilai MKGR dalam kebijakan nasional,” kata Adies.

Pos terkait