Terasmediaco Jakarta – Isu keretakan internal Partai Golkar dan wacana pergantian Ketua Umum Bahlil Lahadalia terus bergulir di media sosial. Salah satu yang memicu perbincangan adalah unggahan akun Facebook Suara.com yang menulis: “Istana merestui Munaslub Golkar untuk dongkel Bahlil.” Unggahan ini menuai beragam komentar dari warganet, dikutip alun Facebook Suara.com 5 Agustus 2025.
Akun Herman Junaedi menilai langkah Munaslub sudah sewajarnya diambil. “Dari sejak Orde Lama sampai Era Reformasi, Golkar selalu konsisten pada pemerintah… namun banyak politisi Golkar yang melakukan kesalahan. Sudah sewajarnya jika Golkar mengadakan kongres luar biasa untuk mencari pemimpin baru. Partai ini masih memiliki daya magnet yang kuat di mata rakyat,” tulisnya.
Kritik keras juga datang dari akun Ebe Naizar Sinaga yang berkomentar, “Golkar sih lucu banget, kayak nggak ada orang lain aja, mosok mahluk gini dijadiin ketua.” Senada, Ajie Momo menegaskan, “Kalau mau maju, Golkar harus dipimpin tokoh yang berintegritas tinggi, tegas, dan visioner.”
Beberapa komentar bahkan menyerang langsung figur Bahlil. Akun Rustam Silaen menulis, “Bahlil nggak cocok jadi ketum Golkar, nggak ada wibawanya… dia bisa begitu karena bisa diatur dan dimanfaatkan.” Akun Rozaq Ahmad menyebut, “Sekelas Golkar punya ketum orang sableng.”
Isu politik pun menyeruak. Akun Neno Sweza menulis, “Semua yang terafiliasi dengan Mulyono buang, biar nggak bikin nggak nyaman pemerintahan rezim Prabowo.” Sedangkan M Sarbini menilai Golkar sebagai partai besar yang kini kehilangan pendirian.
Ada pula komentar yang memperluas kritik. Akun Sultoni Syarif menyatakan, “Jangan hanya jabatan ketua umum yang dilibas, jabatan komisaris juga cabut… untung Rempang nggak jadi digusur.” Hasyim Basri mendesak, “Lebih cepat lebih baik untuk Munaslub ganti si Bahlul yang minim SDM dan bikin gaduh.”
Meski banyak kritik, dukungan untuk Golkar tetap terdengar. Akun Akas Sidi menulis, “Pohon beringin masih dicintai rakyat untuk menegakkan kemakmuran, keadilan, dan demokrasi menuju aman dan makmur.”
Hingga kini, Bahlil Lahadalia maupun pihak DPP Golkar belum memberikan tanggapan resmi terkait isu Munaslub. Namun, derasnya percakapan di media sosial menunjukkan bahwa dinamika politik di tubuh partai berlambang pohon beringin itu tengah menjadi sorotan publik.



