Wacana Koalisi Permanen Golkar, Sinyal Parpol Lain Agar Nyalakan Lampu Sen

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Red).

i

Foto (Red).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wacana koalisi permanen yang digulirkan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, pada HUT ke-61 Golkar langsung memantik respons dari PDIP dan PKS di kesempatan berbeda. Menurut pakar politik Arifki Chaniago, respons cepat dua partai itu menunjukkan bahwa gagasan tersebut bukan isu seremonial, melainkan sinyal politik yang mereka anggap serius.

“PDIP sampai sekarang masih berada di posisi abu-abu. Tidak masuk kabinet, tetapi menunjukkan dukungan politik dari luar. Sementara PKS sebenarnya pernah berkoalisi dengan Prabowo, sebelum relasi itu retak ketika PKS mendukung Anies pada Pilpres 2024. Bisa mengusulkan satu menteri profesional ke Presiden terpilih sudah menjadi keuntungan tersendiri bagi PKS,” ujar Arifki kepada redaksi, Rabu (10/12/2025)

Arifki menjelaskan bahwa pernyataan Bahlil yang sempat menyinggung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar terkait komentar Cak Imin soal banjir di Sumatera tentang taubat nasuha menandakan bahwa dinamika internal kekuatan politik pendukung pemerintah sedang tidak mulus. Sebagai mantan Cawapres Anies, ruang respon Cak Imin terhadap isu-isu publik masih menguntungkan secara elektoral karena bisa menjangkau audiens oposisi.

“Jika wacana koalisi permanen benar-benar digulirkan, partai-partai pasti mulai menyalakan lampu sen politiknya. Parpol yang semestinya berperan sebagai oposisi selama ini justru cukup nyaman dengan gaya Prabowo yang merangkul semua pihak dan membuka ruang bagi berbagai segmen kekuasaan. Keputusan untuk bergabung atau tidak ke pemerintahan sangat bergantung pada tawaran dan pilihan strategis masing-masing partai,” jelas Arifki.

Direktur Aljabar Strategic itu menilai, gaya politik Prabowo yang akomodatif memang memperluas jaringan dukungan, tetapi sekaligus melemahkan posisi tawar partai-partai pengusung awal. Hal ini terjadi karena semakin banyak partai yang mungkin masuk dalam orbit kekuasaan Prabowo, membuat pengaruh partai pengusung harus dibagi dengan aktor lain, sehingga politik menjelang 2029 juga bakal lebih dinamis.

“Kalau melihat arah politik jangka panjang, kemungkinan-kemungkinan bagi Prabowo menuju 2029 sangat terbuka. Bisa tetap bersama Gibran, bisa dengan AHY, atau bergeser ke tokoh lain seperti Puan. Bersama Dedi Mulyadi bukan hal baru, karena Prabowo–Sandi dulu sesama kader Gerindra. Jika pilihan itu tidak bertemu, bukan tidak mungkin figur seperti Seskab Teddy atau Menteri Keuangan Purbaya juga dipertimbangkan,” tutup Arifki.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua
Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon
48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Berita Terbaru