Camel Petir: Jangan Biarkan Atlet Bertarung Sendirian

Teras Media

- Penulis

Rabu, 4 Juni 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), Camelia Panduwinata

i

Sekretaris Jenderal Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), Camelia Panduwinata

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Di tengah gegap gempita euforia olahraga, ada suara lirih yang kadang luput dari sorotan kamera: suara orang tua atlet yang menandatangani surat pernyataan risiko. Ibarat relawan dalam diam. Bila anaknya cedera, mereka siap menanggung seluruh beban medis—baik moril maupun materiel.

Sekretaris Jenderal Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), Camelia Panduwinata Lubis, memilih tidak tinggal diam. Dalam sebuah pernyataan yang menggugah kesadaran kolektif, ia mengusulkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, sebuah terobosan: asuransi kesehatan menyeluruh bagi atlet tingkat provinsi hingga nasional.

“Ibarat prajurit di medan laga, atlet kita bertarung membawa nama daerah bahkan negara. Tapi ironis, perlindungan dasarnya saja belum sepenuhnya dijamin,” ujar Camelia, yang dikenal vokal dalam isu-isu sosial kemasyarakatan, Selasa, (4/6).

Camelia Lubis yang juga mantan atlet karate mengatakan, cabang-cabang olahraga berisiko tinggi seperti taekwondo menjadi contoh nyata. Olahraga ini menggabungkan kecepatan, kelincahan, dan kontak fisik intensif. Dalam istilah biomekanika, potensi trauma muskuloskeletal sangat tinggi, terutama pada ligamen, meniskus, bahkan sistem saraf perifer.

Namun saat insiden terjadi di lapangan, keputusan medis bukan hanya soal tindakan—melainkan soal biaya. Dalam banyak kasus, surat pernyataan orang tua menjadi jaring pengaman satu-satunya. Suatu bentuk “kontrak sosial” yang sebetulnya menggambarkan kegagapan sistemik.

“Harus ada intervensi kebijakan berbasis human security. Atlet bukan hanya mesin prestasi, mereka adalah manusia yang layak mendapatkan jaminan perlindungan,” tegas Camelia.

Usulan KITA bukan sekadar retorika sosial, tapi membidik akar dari persoalan sistemik dalam tata kelola olahraga Indonesia. Dalam teori kebijakan publik, hal ini masuk dalam ranah preventive policy—yakni strategi mitigasi risiko melalui instrumen jaminan sosial.

“Negara hadir tidak hanya dalam seremoni, tapi juga dalam protokol perlindungan,” kata Camelia. “Ini soal martabat. Jangan biarkan masa depan atlet ditentukan oleh angka tagihan rumah sakit.”

Kerapatan Indonesia Tanah Air, yang selama ini dikenal sebagai organisasi yang menjembatani aspirasi kerakyatan dengan nilai-nilai kebangsaan, kini menaruh perhatian besar pada dunia olahraga.

Menurut Camelia, dunia olahraga tidak boleh sekadar menjadi panggung prestasi, tapi juga laboratorium nilai kemanusiaan. “Kita butuh pendekatan holistic well-being untuk atlet. Fisik, mental, dan jaminan sosialnya harus utuh,” pungkasnya.

Usulan Camelia ibarat sebuah wake-up call bagi para pemangku kepentingan olahraga nasional. Sudah saatnya negara memaknai atlet sebagai social capital yang tak ternilai.

Karena ketika tubuh mereka terhantam di arena, bukan hanya rasa sakit yang mereka tanggung. Tapi juga kekosongan sistem yang belum sepenuhnya berpihak.

Jas Merah: jangan sekali-kali melupakan atlet. Mereka yang berlari demi kita, seharusnya tidak dibiarkan berjalan sendiri ketika terluka.(Akbar)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Hari Kebangkitan Nasional, PERISAI Desak Pemerintah Batalkan Kesepakatan ART
PAW Kepala Desa Margajaya Berjalan Aman dan Terkendali
BPN Pandeglang Dirikan Posko Pengaduan dan Penyerahan Sertifikat PTSL 2026
Tradisi Nyurti Kalembur Warnai Milangkala Desa Pusakanagara ke-43
Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026
Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP
Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung
Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:32 WIB

Hari Kebangkitan Nasional, PERISAI Desak Pemerintah Batalkan Kesepakatan ART

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:59 WIB

PAW Kepala Desa Margajaya Berjalan Aman dan Terkendali

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:19 WIB

BPN Pandeglang Dirikan Posko Pengaduan dan Penyerahan Sertifikat PTSL 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:46 WIB

Tradisi Nyurti Kalembur Warnai Milangkala Desa Pusakanagara ke-43

Senin, 18 Mei 2026 - 19:57 WIB

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026

Berita Terbaru

PN Niaga Jakarta Pusat

Hukum dan Kriminal

Manfaatkan SEMA 3/2023, Pengembang Apartemen Regatta Lolos dari PKPU

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:31 WIB

Hukum dan Kriminal

Audit Tanah Bintaro Xchange, KTR Indonesia Minta Ahli Waris Dilibatkan

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:01 WIB

Daerah

PAW Kepala Desa Margajaya Berjalan Aman dan Terkendali

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:59 WIB