Alun-Alun Rangkasbitung Rp4,9 Miliar Disorot BRIGADE: Mutu Dipertanyakan, Pengawasan Dipertaruhkan

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hamdan

i

Foto: Hamdan

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Barisan Gerakan Demokrasi (BRIGADE) menyoroti secara serius proyek revitalisasi Alun-Alun Rangkasbitung yang menelan anggaran sebesar Rp4,9 miliar. Proyek yang dibiayai dari uang rakyat tersebut dinilai tidak mencerminkan kualitas pekerjaan yang sebanding dengan besarnya anggaran, sehingga patut mendapat perhatian dan pengawasan publik secara menyeluruh.

Ketua BRIGADE, Hamdan, menyampaikan bahwa revitalisasi ruang publik seharusnya menghadirkan fasilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan adanya indikasi penurunan mutu bangunan dalam waktu singkat.

“Kami melihat sejumlah hasil fisik bangunan yang terkesan cepat mengalami penurunan kualitas. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, apakah material yang digunakan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” ujar Hamdan, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Hamdan, jika benar material yang digunakan tidak memenuhi standar kualitas, maka persoalan ini tidak dapat dianggap sebagai kelalaian teknis semata. Lebih dari itu, hal tersebut mencerminkan pengabaian terhadap prinsip efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik.

“Anggaran Rp4,9 miliar itu bukan angka kecil. Itu uang rakyat. Ketika kualitas dikorbankan, yang dirugikan bukan hanya pemerintah daerah secara reputasi, tetapi masyarakat Lebak yang seharusnya menikmati fasilitas publik yang layak,” tegasnya.

BRIGADE juga menyoroti keterlibatan PT Multi Jaya Dikasa sebagai pihak ketiga pelaksana proyek. Hamdan menilai perlu adanya evaluasi terbuka terkait proses pengadaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pengawasan yang dilakukan oleh instansi terkait.

“Publik berhak tahu sejauh mana pengawasan dilakukan, apakah proses pengadaan sudah sesuai prosedur, dan apakah spesifikasi teknis benar-benar dipatuhi selama pengerjaan. Tanpa transparansi, proyek ini berpotensi meninggalkan masalah jangka panjang,” katanya.

Lebih lanjut, BRIGADE menegaskan bahwa revitalisasi ruang publik tidak boleh sekadar menjadi proyek simbolik atau hanya berorientasi pada serapan anggaran.

“Revitalisasi alun-alun seharusnya berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan hanya mengejar target anggaran atau pencitraan semata,” tambah Hamdan.

Atas kondisi tersebut, BRIGADE mendesak agar dilakukan audit menyeluruh dan evaluasi independen terhadap proyek revitalisasi Alun-Alun Rangkasbitung. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta tidak menutup mata terhadap dugaan penggunaan material yang tidak berkualitas.

“Transparansi dan keberanian untuk menindak tegas pihak yang lalai adalah bentuk tanggung jawab moral kepada publik. Jika ini diabaikan, maka revitalisasi alun-alun bukan lagi simbol kemajuan kota, melainkan cermin lemahnya pengawasan dan komitmen terhadap tata kelola pembangunan yang bersih,” pungkas Hamdan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Menu MBG atau Jatah Bertahan Hidup? JAN Soroti Sajian SPPG Cibuah yang Dinilai Jauh dari Kata Layak
Kapolda Banten Minta Kasatlantas Tindak Konsisten Angkutan Tambang Nakal
Ketua DPRD Kota Serang Minta Dugaan Pencemaran Sungai Pakupatan Ditindak Tegas
Pengunjung Masjid Al Amzat Kehilangan Gelang Emas 50 Gram Saat Pelepasan Jemaah Haji
Perkuat Sinergi TNI, Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Sertijab Kasdim
Dugaan Permintaan Uang Oknum Penyidik Warnai Penanganan Kasus di Polres Sidrap
Nias Bukan Anak Tiri, Harga Gas Selangit: Publik Desak Audit Distribusi
KITA Banten Minta Kejari Pandeglang Tak Mandul, Segera Panggil Aktor Proyek KDMP
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:44 WIB

Menu MBG atau Jatah Bertahan Hidup? JAN Soroti Sajian SPPG Cibuah yang Dinilai Jauh dari Kata Layak

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:43 WIB

Kapolda Banten Minta Kasatlantas Tindak Konsisten Angkutan Tambang Nakal

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:20 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Minta Dugaan Pencemaran Sungai Pakupatan Ditindak Tegas

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:13 WIB

Pengunjung Masjid Al Amzat Kehilangan Gelang Emas 50 Gram Saat Pelepasan Jemaah Haji

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Sinergi TNI, Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Sertijab Kasdim

Berita Terbaru

Keterangan foto : Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih,  melakukan kunjungan kerja langsung ke wilayah Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Selasa (12/05/2026)

Nasional

Pesan Khusus Pangdam III ke Prajurit Siliwangi

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:28 WIB