KITA Banten Minta Kejari Pandeglang Tak Mandul, Segera Panggil Aktor Proyek KDMP

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Agus Suryaman, Ketua Bidang Anti Korupsi Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, Selasa (12/5/2026)

i

Keterangan foto : Agus Suryaman, Ketua Bidang Anti Korupsi Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, Selasa (12/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang – Aroma penyimpangan menyeruak dalam pelaksanaan pelatihan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Pandeglang. Proyek yang menelan anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 senilai hampir Rp4,9 miliar ini diduga menjadi ajang bancakan oleh oknum tertentu dengan menggandeng pihak ketiga yang memiliki rekam jejak meragukan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 326 desa di Kabupaten Pandeglang diwajibkan menyetor dana sebesar Rp15 juta per desa. Total dana yang terkumpul mencapai Rp4.890.000.000, yang dikelola oleh PT Garuda Solusi Kreatif (GSK) sebagai Event Organizer (EO).

Fasilitas Minim, Kantor Bak “Gudang Mati”
Ketidakpuasan meledak di kalangan peserta saat pelatihan digelar di Hotel Mutiara Carita. Fasilitas, konsumsi, hingga uang saku yang diterima dinilai jauh dari nilai Rp15 juta yang telah dibayarkan setiap desa.

“Kami mendukung program Presiden, tapi kami menuntut transparansi. Pelatihan ini tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan. Ini uang negara, harus dikelola dengan benar,” tegas Entis Sumantri, Koordinator Lapangan Forum KDMP Pandeglang.

Ironi semakin tajam saat penelusuran dilakukan ke kantor PT GSK di kawasan Cikokol, Kota Tangerang. Alih-alih menemukan kantor konsultan profesional, ruko di Blok H Nomor 36 tersebut tampak kusam dan minim aktivitas. Informasi dari karyawan di lokasi menyebutkan bahwa PT GSK sebenarnya bergerak di bidang vendor penyewaan peralatan acara seperti videotron dan robot, bukan lembaga pengembangan kapasitas koperasi.

“Bos jarang ke sini, ini lebih banyak buat gudang. Karyawan lebih banyak kerja remote,” ujar Irfan, salah satu karyawan di lokasi.

Kejanggalan profil perusahaan yang tidak linier dengan substansi pelatihan ini memicu dugaan adanya praktik “pinjam bendera” atau penunjukan vendor tanpa kualifikasi yang jelas.

Desakan Untuk Kejari Pandeglang
Menanggapi carut-marut ini, Agus Suryaman, Ketua Bidang Anti Korupsi Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, angkat bicara. Ia mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang untuk tidak menutup mata terhadap isu yang sudah viral dan meresahkan para kepala desa tersebut.

“Ini pola klasik penyimpangan anggaran dengan kemasan pelatihan atau. Kejari Pandeglang harus segera membuka penyelidikan. Jangan diam saja saat anggaran miliaran rupiah mengalir ke perusahaan yang kantornya saja lebih mirip gudang,” ujar Agus Suryaman dengan nada tinggi.

Agus menegaskan, pihak penegak hukum harus segera memanggil jajaran Direksi PT Garuda Solusi Kreatif dan pihak-pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pelaksana dana tersebut.

“Seret direksi PT GSK dan aktor intelektualnya. Kami mencium adanya ketidakwajaran dalam penentuan nilai kontrak Rp15 juta per desa tersebut. Jika Kejari diam, publik akan bertanya-tanya, ada apa di balik semua ini?” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Garuda Solusi Kreatif belum memberikan jawaban resmi terkait keluhan peserta, sementara desakan agar aparat penegak hukum melakukan audit investigatif terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat Banten.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB