Terasmedia.co Lebak – Pagi itu, di Kampung Baru terasa berbeda. Sejak matahari mulai meninggi, warga berdatangan membawa sapu, cangkul, dan karung sampah. Tawa dan sapa hangat terdengar di sepanjang Jalan Kampung Baru, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, menandai dimulainya kegiatan gotong royong yang digagas Forum Paguyuban Masyarakat sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Minggu (15/2/2026).
Warga dari RT 21 dan RT 22 turun langsung membersihkan lingkungan. Ada yang menyapu jalan, memotong rumput liar di pinggir gang, hingga mengangkat endapan tanah dari saluran air agar tidak menimbulkan genangan. Anak-anak pun turut membantu dengan mengumpulkan sampah ringan, sementara para ibu menyiapkan konsumsi bagi para peserta.
Ketua RW 8 Kampung Baru, Atik Sutisna, mengatakan kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga bagian dari persiapan menyambut Ramadhan secara lahir dan batin.
“Sejalan dengan kedatangan Ramadhan, kita ingin menyambutnya dengan keadaan diri dan lingkungan yang bersih. Gotong royong ini juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan warga menjadi kekuatan utama menjaga lingkungan tetap nyaman. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menghindari pembakaran sampah plastik karena berbahaya bagi kesehatan.
Usai kegiatan bersih-bersih, suasana semakin hangat ketika warga menggelar makan bersama atau ngaliwet. Mereka duduk berjejer di sepanjang jalan menikmati hidangan sederhana yang disiapkan secara swadaya. Obrolan ringan, canda tawa, dan kebersamaan terasa begitu akrab, memperkuat ikatan sosial antarwarga.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan warga Kampung Baru menjelang Ramadhan. Bagi masyarakat setempat, menyambut bulan suci tidak hanya dengan persiapan ibadah pribadi, tetapi juga menjaga lingkungan dan mempererat hubungan sosial.
“Ramadhan adalah momentum memperbaiki diri. Kalau lingkungannya bersih, hati juga lebih tenang dalam beribadah. Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi budaya sehari-hari di Kampung Baru,” pungkas Atik Sutisna.












