FMAK Desak Audit Investigatif BPK atas Anggaran Mobil Dinas Pemkot Samarinda

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Front Mahasiswa Anti Korupsi (FMAK) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dugaan anomali anggaran mobil dinas di Pemerintah Kota Samarinda.

Setelah dua kali melaporkan kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi dan satu kali aksi masa sekaligus menyampaikan laporan ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia. FMAK kini akan melanjutkan langkah dengan melaporkan kasus ini ke Badan Pemeriksa Keuangan.

Koordinator FMAK, Wempy Habary, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk eskalasi dalam mendorong pembuktian secara menyeluruh oleh negara.

“Kami tidak ingin kasus ini berhenti pada klarifikasi sepihak. Negara harus membuktikan secara objektif apakah pengelolaan anggaran ini benar-benar wajar atau justru menyimpan penyimpangan,” ujar Wempy kepada media, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, pelaporan ke BPK bertujuan untuk mendorong dilakukannya audit investigatif terhadap keseluruhan proses penganggaran dan pelaksanaan belanja mobil dinas yang dinilai janggal.

Menurutnya, terdapat sejumlah indikasi yang patut diuji lebih lanjut, mulai dari ketidakwajaran nilai anggaran, mekanisme pengadaan yang tidak transparan, hingga dugaan pengulangan atau penggandaan pos anggaran.

“Ini bukan lagi soal mahal atau tidaknya mobil dinas, tapi tentang bagaimana anggaran publik dikelola. Jika ada pola yang tidak wajar, itu harus dibuka secara terang,” tegasnya.

Selain langkah administratif melalui BPK, FMAK juga memastikan akan kembali melakukan aksi di Kejagung RI dalam waktu dekat sebagai bentuk tekanan publik terhadap aparat penegak hukum.

“Kami akan kembali turun aksi di Kejagung minggu ini. Ini bentuk komitmen kami agar kasus ini tidak diabaikan dan tidak hilang begitu saja,” kata Wempy.

Ia menambahkan, pengawalan publik menjadi penting agar proses hukum tidak berjalan lambat atau berhenti di tengah jalan.

“Kami tidak hanya melaporkan, kami juga akan terus mengawal. Jika tidak ada yang salah, maka audit dan proses hukum seharusnya tidak perlu ditakuti. Tapi jika ada penyimpangan, tidak boleh ada pihak yang dilindungi,” pungkasnya.

FMAK menegaskan akan terus mendorong keterbukaan hasil audit kepada publik serta memastikan setiap proses berjalan transparan dan akuntabel

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kunjungan Hangat Adde Rosi di Lebak, Pastikan PIP Tepat Sasaran Demi Masa Depan Siswa
Kejati Sumsel Tetapkan 5 Tersangka, 2 Kasus Besar Diungkap
Hadapi Tantangan Global, All Cipayung Dukung Penuh Kebijakan Strategis Presiden Prabowo
Fantastis! Satu Video di KKP Harganya Rp1,2 Miliar, CBA Soroti Pemborosan Anggaran
Kemhan Perkuat Kolaborasi Ormas Bela Negara Lewat Raker di Salemba
Gagal Pimpin, Matahukum: Gaya Kerja Menteri KemenPKP Tidak Manusiawi
Menggugat “Kedaulatan yang Tak Menghasilkan”: Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka atau “Indonesia
Saat Negara Mengetuk Pintu: Risiko Konflik dalam Penagihan Pajak Door to Door
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 21:38 WIB

Kunjungan Hangat Adde Rosi di Lebak, Pastikan PIP Tepat Sasaran Demi Masa Depan Siswa

Selasa, 28 April 2026 - 21:21 WIB

Kejati Sumsel Tetapkan 5 Tersangka, 2 Kasus Besar Diungkap

Selasa, 28 April 2026 - 19:19 WIB

Hadapi Tantangan Global, All Cipayung Dukung Penuh Kebijakan Strategis Presiden Prabowo

Selasa, 28 April 2026 - 18:37 WIB

FMAK Desak Audit Investigatif BPK atas Anggaran Mobil Dinas Pemkot Samarinda

Selasa, 28 April 2026 - 18:18 WIB

Kemhan Perkuat Kolaborasi Ormas Bela Negara Lewat Raker di Salemba

Berita Terbaru

Keterangan foto : Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus mengumumkan dua perkembangan kasus besar dengan menetapkan total 5 (lima) orang sebagai tersangka, Senin (28/4/2026)

Headline

Kejati Sumsel Tetapkan 5 Tersangka, 2 Kasus Besar Diungkap

Selasa, 28 Apr 2026 - 21:21 WIB

Keterangan foto : PT TPL di Toba Samosir, Senin (27/4/2026)

Headline

Ancaman PHK Massal, Pemerintah Diminta Jamin Hak Pekerja TPL

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:20 WIB