Terasmedia.co Jakarta – Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Kabupaten Lebak, Banten, menggelar demonstrasi di depan Kantor Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). Aksi ini menyoroti dugaan adanya praktik komisi atau “setoran” dalam proyek-proyek konstruksi APBN di wilayah Banten.
Koordinator Aksi, Ade Pahrul, menjelaskan bahwa dugaan ini didasari oleh informasi yang saling melengkapi. Bermula dari pemberitaan media daring pada 2025 yang memuat keterangan seorang kontraktor nasional, indikasi ini semakin kuat dengan adanya laporan langsung dari pelaksana proyek tahun anggaran yang sama.
“Berdasarkan data yang kami himpun, indikasi ini sangat kuat terutama di lingkungan Satker PJN Wilayah II dan PPK 2.3 BPJN Banten,” tegas Ade.
Soroti Pola Monopoli dan Persekongkolan
Selain dugaan komisi yang disebut mencapai 5% hingga 7% dari nilai kontrak, GAMMA juga menyoroti iklim pengadaan yang dinilai tidak sehat. Terlihat adanya pola di mana paket pekerjaan cenderung dikerjakan oleh kelompok atau pihak yang sama dari tahun ke tahun.
Kondisi ini dinilai menyimpang dari prinsip pengadaan yang seharusnya terbuka dan kompetitif, serta menjadi indikasi kuat adanya potensi persekongkolan atau pengaturan tender.
GAMMA juga menegaskan bahwa jika praktik ini benar terjadi, diduga cakupannya tidak hanya terjadi di satu atau dua satuan kerja saja, namun berpotensi meluas secara sistemik di lingkungan BPJN Banten.
Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
Meskipun demikian, pihaknya menegaskan bahwa temuan ini masih berupa indikasi yang harus diverifikasi secara hukum. Namun, tuntutan untuk ditindaklanjuti harus segera dipenuhi.
Ade menambahkan, jika tidak ada respons konkret dari pimpinan, GAMMA siap kembali turun ke jalan dengan aksi yang jauh lebih besar.
“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan kembali turun dengan tekanan yang lebih masif, hingga Dirjen Bina Marga dan Menteri PUPR turun tangan langsung menemui kami,” pungkasnya.












