Kasus Begal dan Curanmor Marak di Sorong, DPRD Papua Barat Daya Desak Operasi Rutin

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Kota Sorong – Jumlah kasus pencurian dengan kekerasan atau yang biasa jambret atau begal marak terjadi di Kota Sorong, Jum’at (15/5/2026). Kerugian yang diakibatkan oleh pelaku jambret atau begal pun tidak sedikit bahkan setiap harinya Pengadilan Negeri Sorong menyidangkan kasus tersebut. Mirisnya, kebanyakan dari pelaku tindak pidana jambret atau begal ini anak-anak di bawah umur.

Maraknya tindak pidana jambret atau begal ini membuat banyak pihak angkat bicara, salah satunya anggota DPRD Papua Barat Daya dati Fraksi Otsus, George Robby Wanma. Menurut dia pemerintah Kota Sorong dan semua pihak harus memberi perhatian serius terhadap kasus pencurian yang disertai kekerasan.

Saat ini lanjut Robby Wanma, masyarakat kita merasa tidak aman ketika akan keluar rumah. Karena banyaknya kasus begal ini tidak heran jika Kota Sorong bisa dikatakan Darurat Begal.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan pihak kepolisian mulai dati jajaran polda hingga polsek. Tapi upaya untuk menekan angka kasus begal belum sepenuhnya di dukung oleh masyarakat,” kata sosok yang akrab disapa kaka Robby Wanma ini.

Ia menyebut sebagian masyarakat bahkan para orang tua yang ada di Kota Sorong tahu bahwa banyak anak-anak muda yang kerapkali mabuk-mabukan lalu melakukan tindak pidana begal dan sebagainya.

Ketersediaan personel Polresta Sorong Kota yang hanya 500 orang terbagi di tiga wilayah polsek tidaklah cukup menangani angka kriminalitas yang kerap meresahkan ini. Makanya, polisi perlu mendapatkan tambahan biaya operasional dalam melaksanakan tugas menciptakan kota ini aman.

“Pemerintah Kota Sorong diminta membantu polisi menciptakan kamtibmas yang kondusif, jangan sampai dinilai oleh masyarakat tidak ada,” kata Robby Wanma.

Anggota DPRD PBD dari Dapeng Raja Ampat ini meminta kepada pemkot Sorong untuk lebih memerhatikan lampu jalan disejumlah wilayah rawan. Karena menurut Robby Wanma, kondisi jalan yang gelap membuat pelaku-pelaku begal bebas berkeliaran.

Ia mencontohkan di depan toko Silibaya dan sekitarnya, pasar Remu dan Rufei Star kondisi disitu cukup gelap tak heran jika beberapa peristiwa begal terjadi.

“Jika kondisi jalan gelap, sangat gampang pengendara yang melintas menjadi korban pencurian dengan kekerasan,” ujar Robby Wanma.

Lebih lanjut Robby Wanma meminta kepada polda Papua Barat Daya dan Polresta Sorong Kota untuk tidak hanya melakukan patroli di jam-jam rawan tetapi juga razia kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat.

Robby Wanma juga menyoroti proses hukum terhadap kasus curanmor. Baik pelaku maupun penadahnya harus diproses hukum.

Ia menyebut kebanyakan dari penadah motor curian belum sepenuhnya diproses hukum. Inilah yang kemudian semakin banyak pelaku begal yang rata-rata anak dibawah umur tergiur dengan harga penjualan curanmor. Selain audah tahu tempat pencurian, harga yang ditawarkan pun 2 hingga 3 juta rupiah.

“Banyak dari penadah motor ini mengirim hasil curian ke Maybrat, Sorong Selatan dan Raja Ampat,” ujarnya.

Kepolisian dan pemerintah Kota Sorong harus bersinergi sehingga operasi malam atau razia dapat dilakukan secara rutin guna menekan angka kriminalitas begal dan curanmor.

Polisi harus tegas menindak pihak-pihak yang yang keliaran malam menggunakan kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat.

“Harus ditanya mau kemana tengah malam, dan kebanyakan di dalam jok motor terdapat peralatan yang biasanya dipakai mencuri,” kata Robby Wanma.

Ia mengaku bahwa DPRD PBD telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kasus begal dan curanmor. Makanya, kami berharap polisi lebih tegas dalam melihat kasus begal maupun curanmor.

“Kenapa tidak polisi bersama-sama dengan pihak TNI rutin melakukan razia kendaraan untuk menciptakan kota ini tetap aman dari begal maupun curanmor,” ujar Robby Wanma.

Penulis : Jun

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tanggapi Sorotan Internal, Amal Jayabaya Akui Ada Kelalaian dan Jamin Dana Daerah Segera Dilunasi ​
Lebih dari Sekadar Data: Babinsa Sukaratu Rengkuh Warga di Balik Musibah Hujan dan Angin
Dana Tak Cair dan Pemilihan Bermasalah, Pengurus Daerah Desak Evaluasi Kadin Banten
Krisis Pendidikan Papua Kian Mengkhawatirkan, Kornelius Kambu Usulkan Peta Jalan Pendidikan Berbasis Budaya
Bupati Herdiat Lepas 417 Jemaah Haji Ciamis, Pesan Jaga Kesehatan dan Kekompakan
MataHukum Ngamuk Desak Audit Tambang Curugbitung dan Seret Korporasi Penadah
Pesta Babi dan Ibu yang Dijual: Pesan Menohok Bumi Alit untuk Para Pemimpin
FORKOM IMEKKO Ancam Bongkar Dugaan Mafia Izin Sawit dan HPH di Tanah Adat Imekko
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:59 WIB

Kasus Begal dan Curanmor Marak di Sorong, DPRD Papua Barat Daya Desak Operasi Rutin

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:09 WIB

Tanggapi Sorotan Internal, Amal Jayabaya Akui Ada Kelalaian dan Jamin Dana Daerah Segera Dilunasi ​

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:56 WIB

Dana Tak Cair dan Pemilihan Bermasalah, Pengurus Daerah Desak Evaluasi Kadin Banten

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:12 WIB

Krisis Pendidikan Papua Kian Mengkhawatirkan, Kornelius Kambu Usulkan Peta Jalan Pendidikan Berbasis Budaya

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:53 WIB

Bupati Herdiat Lepas 417 Jemaah Haji Ciamis, Pesan Jaga Kesehatan dan Kekompakan

Berita Terbaru