Pandeglang – Sejumlah warga di Pandeglang mengeluhkan lonjakan tagihan listrik yang dinilai tidak masuk akal. Meski sudah berhemat seketat mungkin, tagihan listrik justru disebut naik hingga dua kali lipat tanpa adanya perubahan pemakaian yang signifikan.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mulai mencurigai adanya kejanggalan sejak lima bulan terakhir. Ia menyebut pola kenaikan tagihan terjadi berulang setiap bulan.
“Kalau bulan ini murah, bulan berikutnya langsung melonjak dua kali lipat. Begitu terus polanya. Padahal pemakaian saya dari dulu sampai sekarang sama saja,” ungkapnya 15 Mei 2026.
Ia mencontohkan, pada satu bulan dirinya hanya membayar sekitar Rp150 ribu. Namun anehnya, pada bulan berikutnya tagihan mendadak membengkak hingga mencapai Rp390 ribu.
“Ini yang jadi pertanyaan besar. Kami sudah hemat, alat elektronik juga tidak bertambah, tapi tagihan malah naik drastis,” katanya.
Merasa ada yang tidak wajar, warga tersebut akhirnya memberanikan diri mengadukan persoalan itu ke kantor PLN Pandeglang. Namun, menurut pengakuannya, pihak PLN menyatakan tagihan tersebut telah sesuai dengan pemakaian pelanggan.
Tak hanya satu orang, warga menyebut ada beberapa pelanggan lain yang mengalami lonjakan tagihan serupa. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya persoalan dalam perhitungan pemakaian maupun kemungkinan kenaikan biaya yang tidak dipahami masyarakat.
Sementara itu, petugas PLN mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan tidak terjadi gangguan teknis ataupun kebocoran instalasi listrik di rumah pelanggan.
“Nanti kita cek ya, mungkin ada kebocoran,” ujar petugas PLN.
Ironisnya, di tengah imbauan penghematan listrik kepada masyarakat, sebagian pelanggan justru merasa tagihan mereka bergerak liar tanpa penjelasan yang benar-benar memuaskan.
Tagihan listrik sekarang kadang terasa seperti undian: bulan ini aman, bulan depan dompet langsung disetrum.












