Di Tengah Tekanan Ekonomi, BaraNusa Pertanyakan Alokasi Dana Kurban Pemerintah

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Umum Barisan Rakyat Nausantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, Minggu (3/5/2026)

i

Keterangan foto : Ketua Umum Barisan Rakyat Nausantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, Minggu (3/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, mengkritik keras penggunaan anggaran negara yang disebut mencapai Rp100 miliar untuk pengadaan sapi kurban pemerintah pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kritik tersebut disampaikan menyusul pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang merespons soal anggaran bantuan sapi kurban Presiden sebanyak 1.098 ekor sapi yang disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Adi Kurniawan menilai, penggunaan anggaran sebesar itu di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit dapat melukai rasa keadilan publik.

“Di saat rakyat masih menghadapi tekanan ekonomi, PHK, harga kebutuhan pokok yang tinggi, dan daya beli yang menurun, pemerintah justru mengalokasikan anggaran fantastis hingga Rp100 miliar untuk sapi kurban. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang sensitivitas pemerintah terhadap kondisi rakyat,” tegas Adi Kurniawan dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, semangat berkurban seharusnya menjadi simbol kepedulian sosial, bukan justru memunculkan kesan pemborosan anggaran negara.

Karena itu, BaraNusa mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan anggaran tersebut.

“Kami mendesak BPK melakukan audit investigatif secara terbuka dan meminta KPK ikut mengawasi seluruh proses pengadaan sapi kurban ini agar tidak ada potensi penyimpangan, mark up anggaran, ataupun praktik permainan proyek,” ujar Adi.

BaraNusa juga meminta pemerintah membuka secara transparan rincian penggunaan anggaran tersebut kepada publik, termasuk mekanisme pengadaan, distribusi, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelian sapi kurban.
“Jangan sampai kegiatan yang seharusnya bernilai ibadah dan solidaritas sosial justru memunculkan polemik karena minim transparansi. Publik berhak tahu uang negara digunakan untuk apa dan bagaimana prosesnya,” lanjutnya.

Ia menambahkan, anggaran sebesar Rp100 miliar seharusnya bisa lebih diprioritaskan untuk program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat kecil, seperti bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Pemerintah harus mampu menunjukkan empati dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Simbolisme tidak boleh mengalahkan substansi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dave Laksono: TNI Bisa Bantu Polri Tindak Begal, Asal Sesuai Aturan
Doli Kurnia: Putusan MK Tak Masalah, Semua Parpol Sudah Penuhi Kuota Perempuan
Penghapusan Tantiem Cuma Omon-omon, CBA: BRI Masih Gelontorkan Ratusan Miliar
Firman Soebagyo Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Tunjangan Guru
Idul Adha 2026: Bulog Lebak-Pandeglang Pastikan Stok Pangan Aman, Masyarakat Diminta Tenang
PPBN DPC Kota Depok dan Kesbangpol, Gelar Seminar Bela Negara di SMK Raflesia 
Idul Adha 2026: Kholid Ismail Kurban 15 Sapi 10 Kambing, Sebar 3.500 Kantong Daging
Pembahasan RUU Pemerintahan Aceh Tuntas, DPR Tunggu Surpres Presiden
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dave Laksono: TNI Bisa Bantu Polri Tindak Begal, Asal Sesuai Aturan

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:31 WIB

Doli Kurnia: Putusan MK Tak Masalah, Semua Parpol Sudah Penuhi Kuota Perempuan

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:11 WIB

Penghapusan Tantiem Cuma Omon-omon, CBA: BRI Masih Gelontorkan Ratusan Miliar

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:50 WIB

Firman Soebagyo Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Tunjangan Guru

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:31 WIB

 Di Tengah Tekanan Ekonomi, BaraNusa Pertanyakan Alokasi Dana Kurban Pemerintah

Berita Terbaru