Jokowi Pakai Jaket PSI, Ancaman Nyata bagi Basis Pemilih PDIP

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Presiden Jokowi bersama masyarakat dan relawan Jokowi

i

Keterangan Foto: Presiden Jokowi bersama masyarakat dan relawan Jokowi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago menilai wacana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bakal mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan kode politik yang sangat kuat dan berpotensi memengaruhi peta persaingan elektoral menjelang Pemilu 2029.

“Dalam politik, jaket bukan sekadar pakaian. Jaket adalah pernyataan sikap. Ketika Jokowi memakai jaket PSI, publik melihat itu sebagai pesan bahwa kapal politik Jokowi sedang merapat ke dermaga baru dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi PDIP,” ujar Arifki.

Menurutnya, langkah Jokowi tersebut berpotensi memberikan keuntungan elektoral yang besar bagi PSI sekaligus menghadirkan tantangan serius bagi PDIP. Selama satu dekade terakhir, terdapat irisan yang sangat kuat antara pemilih PDIP dan loyalis personal Jokowi yang memilih partai karena faktor figur mantan presiden tersebut.

“Masalah terbesar PDIP hari ini bukan kehilangan Jokowi sebagai kader, melainkan potensi kehilangan pemilih yang selama ini memilih PDIP karena Jokowi. Ketika figur dan partai berjalan ke arah yang berbeda, sebagian pemilih biasanya akan mengikuti figur,” katanya.

Arifki menilai kelompok yang paling berpotensi mengalami pergeseran dukungan adalah pemilih yang ingin melihat situasi yang lebih segar dalam struktur partai. Ini cenderungnya pemilih muda atau generasi baru PDIP, yang lebih cair dalam menentukan pilihan politik. Pada kelompok ini, pengaruh personal Jokowi dinilai masih jauh lebih kuat dibandingkan identitas kepartaian.

“Jika Jokowi adalah magnet, maka PSI saat ini sedang berusaha menempatkan diri sebagai logam yang paling dekat dengan medan tarik tersebut. Di situlah potensi keuntungan elektoral PSI berada,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum tersebut sekaligus menjadi ujian besar bagi PDIP untuk membuktikan bahwa kekuatan partai tidak hanya bertumpu pada figur yang pernah dibesarkannya. Sebab, semakin kuat asosiasi Jokowi dengan PSI, semakin besar pula risiko terjadinya migrasi suara di segmen pemilih nasionalis yang selama ini menjadi basis utama PDIP.

“Satu jaket untuk Jokowi memang tidak menentukan hasil pemilu 2029. Karena PSI juga masih punya tantangan membangun struktur partai agar mapan seperti PDIP. Tetapi jika memang Jokowi bergabung dengan PSI, maka dinama kedua partai itu bakal makin panas menjelang Pemilu 2029,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Bubarnya Forum Diskusi di Kampus, GMPK Soroti Kemunduran Budaya Berdemokrasi ​
Pakar Sebut Hal Konyol Jokowi Bajak Kader PDIP
Terbongkar! Klinik Kecantikan Ilegal di Bali Ditutup, Libatkan Tenaga Medis Asing Tanpa Izin
Kericuhan Kopdar Total Politik Jadi Alarm Kekecewaan Generasi Muda terhadap Persoalan Bangsa
Dinamika di UGM: JAGATANI Minta Kritik Mahasiswa Dijawab Kebijakan Nyata
Aktivis 98 : Gerakan Mahasiswa Saat Ini Aneh Dan Anomali
Tim 8 Prabowo-Gibran Siap Jadi Mata dan Telinga Presiden di Akar Rumput
Firman Soebagyo Kecewa Nelayan Tak Dilibatkan dalam Pembentukan Koperasi Desa Nelayan Merah Putih
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:40 WIB

Bubarnya Forum Diskusi di Kampus, GMPK Soroti Kemunduran Budaya Berdemokrasi ​

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:01 WIB

Jokowi Pakai Jaket PSI, Ancaman Nyata bagi Basis Pemilih PDIP

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:06 WIB

Pakar Sebut Hal Konyol Jokowi Bajak Kader PDIP

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:19 WIB

Terbongkar! Klinik Kecantikan Ilegal di Bali Ditutup, Libatkan Tenaga Medis Asing Tanpa Izin

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:49 WIB

Kericuhan Kopdar Total Politik Jadi Alarm Kekecewaan Generasi Muda terhadap Persoalan Bangsa

Berita Terbaru