Gawat, Mobil Galian Tanah Sebabkan Keruskaan Proyek Drainase di Lebak

Teras Media

- Penulis

Senin, 16 Oktober 2023 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Proyek drainase Jalan Raya Nasional Rangkasbitung - Cikande hancur oleh truk-truk galian tanah merah, Senin (15/10/2023)

i

Keterangan foto : Proyek drainase Jalan Raya Nasional Rangkasbitung - Cikande hancur oleh truk-truk galian tanah merah, Senin (15/10/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Proyek drainase Jalan Raya Nasional Rangkasbitung – Cikande hancur oleh truk-truk galian tanah merah. Tepatnya di Jalan Ir Soetami, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak hancur.

Informasi yang dihimpun dari pekerja proyek drainase yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dirusak oleh angkutan tanah merah. Menurut para pekerja angkutan truk tanah merah kerap kali pakir diĀ  bahu jalan.

Sementaraa itu, proyek Drainase sempat ditelusurii tak memiliki plang papan nama. Padahal, informasi yang didapat bahwa proyek tersebut menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

Salah-seorang koordinator lapangan proyek drainase yang enggan disebut namanya saat dikonfirmasi mengatakan, drainase tersebut hancur akibat ulah truk pengangkut tanah dari galian Kampung Tutul, Desa Citeras.

“Iya kang (menyebut wartawan) ini penyebab drainase itu hancur”. (seraya mengirim bukti foto truk pengangkut tanah yang bannya masuk kedalam drainase tersebut).

“Kami lagi cari mobilnya belum ketemu, pihak pengelola armada pun belum bertanggungjawab”. Singkatnya Minggu (15/10/2023)

Di tempat yang berbeda, Ketua Koornas Banten Yusuf Reza Soleman meminta pihak penegak hukum untuk melakukan penelaahan tentang proyek tersebut. Kata Yures, apakah proyek tersebut dibawah pengawasan APH atau tidak.

“Kalau dibangun sudah hancur dan yang mengerjakannya tidak bertanggung jawab. Apalagi tidak ada papan nama, bahaya, kan publik wajib mengetahui jumlah anggarannya,” jelas Yures.

Salah seorang pengusaha Galian Tanah Merah di Lebak, Santi ketika dikonfrimasi melalui pesan Whatsap dan Sambungan selulernya masih belum memberikan tanggapanya mengenai kerusakan proyek Drainasie yang disebabkan oleh truk-truk pengangkut tanah.

Sebagai informasi, pantauan awak media truk-truk pengangkut tanah tersebut selalu melakukan pelanggaran dengan membawa muatan dengan oper kapasitas. Tak hanya itu truk-truk tanah juga kerap kali parkir sembarangan yang mengakibatkan kemacetan di Jalan Raya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Beredar Rekaman Pungli di Parung, Pengamat: Polisi Tak Perlu Tunggu Laporan
Kapolda Banten Hadiri May Day 2026, Tegaskan Pentingnya Sinergi untuk Stabilitas dan Kesejahteraan Buruh
Kapolda Banten Ucapkan Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026
Anjay, Gak Cuma Omong Doang dan Pencintraan, Dewan Erik Heriana Turun Bantu Warga
Hardiknas 2026, Kadisdik Lebak Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi Demi Pendidikan Berkualitas
BCW Kritik Keamanan Proyek Karian-Serpong: Minim Pengawasan KemenPUPR
FGD May Day di Kota Sorong, Polda Papua Barat Daya Dorong Solidaritas Buruh dan Stabilitas Daerah
Kinerja Polda Banten Meningkat: Kecelakaan Turun 58 Persen, Sejumlah Kasus Besar Berhasil Diungkap
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:19 WIB

Beredar Rekaman Pungli di Parung, Pengamat: Polisi Tak Perlu Tunggu Laporan

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:05 WIB

Kapolda Banten Hadiri May Day 2026, Tegaskan Pentingnya Sinergi untuk Stabilitas dan Kesejahteraan Buruh

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:59 WIB

Kapolda Banten Ucapkan Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:45 WIB

Anjay, Gak Cuma Omong Doang dan Pencintraan, Dewan Erik Heriana Turun Bantu Warga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:14 WIB

Hardiknas 2026, Kadisdik Lebak Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi Demi Pendidikan Berkualitas

Berita Terbaru