BCW Kritik Keamanan Proyek Karian-Serpong: Minim Pengawasan KemenPUPR

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Proyek tanpa K3 di Lebak jadi sorotan, Sabtu (2/5/2026)

i

Keterangan foto : Proyek tanpa K3 di Lebak jadi sorotan, Sabtu (2/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Lokasi proyek Karian Dam – Serpong Water Conveyance System (KSCS) di Kp. Sajegang Desa Mekarsari Kecamatan Maja – Lebak, terlihat terbuka tanpa pagar penutup proyek (hoarding construction). Proyek yang dikerjakan oleh PT Basuki Rahmanta Putra (BRP) di lokasi tersebut hanya dikelilingi oleh Tali Pembatas Proyek (Safety Line/Barricade Tape”).

Pagar Hoarding atau Pagar tinggi penutup lokasi proyek berfungsi untuk keamanan (safety), privasi, dan pembatas area proyek. Umumnya terbuat dari seng, spandek dan lainnya.

Diketahui, proyek Karian Dam-Serpong Water Conveyance System (KSCS) merupakan Proyek strategis nasional (PSN) yang diprakarsai oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (KemenPUPR). Proyek tersebut terdiri atas tiga paket pekerjaan yang dikontrak. Paket pertama memiliki nilai kontrak US$ 56,86 juta dengan penyedia jasa PT Waskita Karya (Persero) Tbk-PT Basuki Rahmanta Putra (BRP)-CK Solution Co., Ltd. joint venture. Paket kedua bernilai US$ 49,35 juta dengan penyedia jasa PT PP (Persero) Tbk–Kr Construction joint venture. Paket ketiga bernilai US$ 41,05 juta dengan penyedia jasa PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya (Persero), dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.

Lokasi proyek KSCS tanpa pagar hoarding yang dikerjakan oleh PT Basuki Rahmanta Putra (BRP) ini mendapat sorotan dari Ketua DPC LSM Banten Corruption Watch Lebak, Deni Setiawan.

Deni menyayangkan lemahnya pengawasan BBWS C3 dan kemenPUPR atas pelaksanaan proyek tersebut terutama di lokasi-lokasi yang jauh dari perkotaan.

“Berdasarkan pengamatan kami, proyek KSCS di lokasi dekat perkotaan, terlihat sangat rapi, safety, karena ditutup oleh pagar hoarding, pemandangan berbeda ketika kami melihat di lokasi proyek yang berada di pelosok pedesaan” ujar Deni.

“Ini memberikan indikasi bahwa pengawasan KemenPUPR dan BBWS sangat lemah. Selain itu, kami juga menyayangkan perusahaan sebesar PT Basuki Rahmanta Putra (BRP) masih mengabaikan safety” tambahnya.

Deni mendesak KemenPUPR dan BBWS C3 untuk segera menindak PT Basuki Rahmanta Putra (BRP), agar kejadian kematian dua anak kecil di proyek KSCS di Desa Mekarsari sebulan yang lalu tidak terulang kembali.

“Kita harus belajar dari kejadian sebelumnya yang sudah memakan korban dua anak kecil akibat tidak adanya pagar hoarding, kami meminta KemenPUPR dan BBWS untuk konsern dibidang K3/safety pada proyek PSN ini” pungkas Deni.

Sampai berita ini diturunkan, kami masih mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos
Babinsa, Babinmas dan RT Temui Warga, Polemik Pemasangan Tiang WiFi Kembali Disorot
Sungguh Miris : Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Dibiarkan Jadi Sarang Kelelawar Hingga Timbulkan Bau Menyengat
Bank Banten Hadirkan Layanan Informasi Resmi melalui WhatsApp Terverifikasi
Penataan Kabel WiFi di Pandeglang Dipertanyakan, Muncul Dugaan Ada Oknum Membekingi Pengusaha
Jalan Ciinjuk Rusak Dikepung Genangan Air Saat Hujan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:58 WIB

Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026

Selasa, 22 September 2026 - 16:56 WIB

Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya

Selasa, 22 September 2026 - 15:57 WIB

Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos

Selasa, 22 September 2026 - 13:31 WIB

Babinsa, Babinmas dan RT Temui Warga, Polemik Pemasangan Tiang WiFi Kembali Disorot

Selasa, 22 September 2026 - 11:51 WIB

Sungguh Miris : Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Dibiarkan Jadi Sarang Kelelawar Hingga Timbulkan Bau Menyengat

Berita Terbaru