Bukan Cuma Human Error: Manajemen Lalai, Dirut PT KAI Harus Dicopot

Avatar photo

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Penggiat Hukum Maruli Rajagukguk, Senin (4/4/2026)

i

Keterangan foto : Penggiat Hukum Maruli Rajagukguk, Senin (4/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kecelakaan maut yang melibatkan rangkaian kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) lalu, kembali menyeret pertanyaan besar terkait tanggung jawab pengelolaan infrastruktur perkeretaapian. Dengan korban jiwa mencapai 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya luka-luka, insiden ini dinilai bukan sekadar kesalahan teknis semata, melainkan potensi kelalaian manajemen.

Pegiat Hukum, Maruli Rajagukguk, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menuntut keadilan bagi para korban. Ia menilai tragedi ini seharusnya bisa dicegah jika sistem dan prasarana berjalan sesuai standar.

Soroti Kelalaian Prasarana dan Pengawasan

Berdasarkan urutan kejadian, insiden bermula saat KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak mobil taksi yang berhenti di rel, yang kemudian berlanjut dengan tabrakan beruntun dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Maruli menyoroti sejumlah kejanggalan yang menjadi penyebab utama. Ia mempertanyakan kelayakan fasilitas di perlintasan tersebut.

“Kita harus bertanya, apakah ada palang pintu perlintasan yang berfungsi baik? Apakah ada petugas yang standby menjaga lokasi tersebut? Dan apakah sistem persinyalan benar-benar bekerja optimal sesuai aturan?” ujar Maruli, Senin (4/4/2026)

Menurutnya, berdasarkan UU No. 23 Tahun 2007, prasarana perkeretaapian wajib memenuhi syarat kelaikan teknis dan operasional, serta harus melalui uji berkala. Jika hal ini terabaikan, maka PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai penyelenggara bertanggung jawab penuh.

Tolak Alasan Klasik “Human Error”, Minta Direksi Diadili

Maruli dengan tegas menolak jika penyebab kecelakaan nantinya hanya diarahkan pada kesalahan manusia (human error) atau menjadikan petugas lapangan dan supir taksi sebagai satu-satunya pihak yang bersalah.

“Jangan lagi mencari kambing hitam di level bawah. Secara hukum, kelalaian bawahan berarti atasan juga ikut bertanggung jawab,” tegasnya.

Maruli merujuk pada Pasal 1367 KUHPerdata untuk tanggung jawab perdata, serta Pasal 20 KUHP Baru jo Pasal 474, 475 KUHP jo Pasal 187 UU Perkeretaapian untuk pertanggungjawaban pidana, yang mengancam hukuman penjara hingga 6 tahun.

“Selama ini kami melihat Direksi selalu lepas, padahal merekalah yang memegang kendali manajemen dan kebijakan. Kali ini tidak boleh ada yang ditutup-tutupi, Direksi harus diusut tuntas baik secara pidana maupun perdata,” serunya.

Minta Dirut dan Direksi Terkait Dinonaktifkan

Untuk memastikan proses hukum berjalan objektif, Maruli meminta Presiden melalui Kepala Badan Pengatur BUMN (BP BUMN) segera mengambil langkah tegas.

“Kami meminta agar Direktur Utama dan Direktur terkait yang membawahi prasarana segera dinonaktifkan sementara. Hal ini untuk mencegah adanya intervensi terhadap proses penyelidikan yang sedang dilakukan Polri,” tandasnya.

Ia menekankan bahwa negara harus bekerja maksimal untuk mengungkap akar masalah, memberikan ganti rugi bagi korban, dan merekomendasikan perbaikan sistem agar tragedi memilukan ini tidak terulang kembali di masa depan.

Penulis : Jum

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar: Pemegang Polis Asuransi Harus Terjamin dan Terlindungi
Tarian Bogor Istimewa Tampil di Istana Negara Dalam Acara Kawal Istana
Tiang Telepon di Batur Jaya Dipertanyakan, Rohim Desak APH Investigasi Program dan Perizinannya
Didampingi Camel Petir, Anggota DPR RI Tommy Kurniawan Ikut Berbagi Bersama Tim PJBW di Raden Saleh Jakarta Pusat
DPD GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan 700 Nasi Kotak
Jerry Massie: Hukum Tak Boleh Tunduk pada Siapapun, Jokowi Wajib Hadir di Persidangan
KOSMAK Lapor Dugaan Korupsi Porang Sidrap Rp26 Miliar ke Kortas Tipidkor Polri
Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 10:16 WIB

Marwan Jafar: Pemegang Polis Asuransi Harus Terjamin dan Terlindungi

Minggu, 13 September 2026 - 22:25 WIB

Tarian Bogor Istimewa Tampil di Istana Negara Dalam Acara Kawal Istana

Sabtu, 12 September 2026 - 15:19 WIB

Tiang Telepon di Batur Jaya Dipertanyakan, Rohim Desak APH Investigasi Program dan Perizinannya

Jumat, 11 September 2026 - 21:35 WIB

DPD GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan 700 Nasi Kotak

Jumat, 11 September 2026 - 21:24 WIB

Jerry Massie: Hukum Tak Boleh Tunduk pada Siapapun, Jokowi Wajib Hadir di Persidangan

Berita Terbaru