Poempida Berikan 4 Catatan Soal Rencana BPJS Investasi ke Luar Negeri

Teras Media

- Penulis

Minggu, 15 Desember 2024 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Desk BPJS Ketenagakerjaan, Poempida, Minggu (14/12/2024)

i

Keterangan foto : Desk BPJS Ketenagakerjaan, Poempida, Minggu (14/12/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tengah membidik penempatan dana investasi di luar negeri demi mendapat imbal hasil yang lebih menjanjikan. Mendengar ini, Ketua Desk Jaminan Sosial Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Poempida Hidayatulloh angkat bicara.

Rencana investasi di luar negeri itu disampaikan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2024).

Merespons hal ini, Poempida, yang merupakan mantan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan periode 2016-2021 mengingatkan empat hal. Pertama, jika investasi luar negeri itu dilakukan, maka tidak sesuai dengan semangat membangun perekonomian nasional.

“Kedua, wacana seperti ini dapat dianggap tidak patriotik dan tidak pro terhadap fokus Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi makro,” ucapnya, Minggu (15/12/2024).

Ketiga, walau memang ada instrumen yang lebih baik di luar negeri, tetapi BPJS Ketenagakerjaan tidak mempunyai pengalaman baik secara kelembagaan maupun individu dalam melakukan investasi luar negeri. Poempida khawatir, langkah itu malah menimbulkan kerugian.

Keempat, sampai saat ini BPJS Ketenagakerjaan belum dapat memaksimalkan investasi langsung di sektor riil yang seyogyanya dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru. “Penciptaan lapangan kerja saat ini sangat diperlukan, mengingat terjadinya arus PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang berkelanjutan secara signifikan,” imbuhnya.

Karena itu, kata Poempida, Desk Jaminan Sosial KSPSI berharap agar BPJS Ketenagakerjaan meluruskan kembali orientasi investasi penyelenggaraan jaminan sosial dalam konteks memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk para peserta dan memberikan daya ungkit untuk perekonomian nasional.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, instrumen di dalam negeri menawarkan pertumbuhan pasarnya 3-5 persen. Sementara, dana investasi di BPJS Ketenagakerjaan sudah tumbuh 13 persen, jauh melampaui angka itu. Karena itu, instrumen dalam negeri pada waktu tertentu dinilai akan terbatas dan risiko akan semakin besar.

Eko menerangkan, tujuan BPJS Ketenagakerjaan ini sebenarnya lebih kepada untuk memastikan investasi harus punya sebaran risiko.

“Di dalam negeri pertumbuhannya sudah cukup baik, kita harus punya investasi ke luar negeri juga,” terangnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Polresta Serang Kota Komitmen Berikan Sanksi Tegas terhadap Personel yang Melakukan Pelanggaran
Sertifikat Tak Kunjung Dikembalikan, Ahli Waris Nasabah Somasi BRI Unit Waisai
Kasus Korupsi Rp50 Miliyar; KOSMAK Desak Kejati Sulsel Tetapkan Tersangka dan Tahan Bupati Sidrap
Kodim 0601 Pandeglang Genjot Pembangunan Jembatan Perintis Garuda
Perkuat Komitmen Berantas Narkoba dan HP Ilegal, Rutan Pandeglang Gelar Razia Gabungan dan Tes Urin
Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Target Tuntas Akhir Mei 2026
Dandim 0510/Tigaraksa Serahkan Kunci RTLH, Warga Patrasana Kini Miliki Rumah Layak Huni
Jaga Ketapang : Ormas Jayagati Gandeng Polri Jalankan Program Tanam Jagung Tumpang Sari
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:19 WIB

Polresta Serang Kota Komitmen Berikan Sanksi Tegas terhadap Personel yang Melakukan Pelanggaran

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:26 WIB

Sertifikat Tak Kunjung Dikembalikan, Ahli Waris Nasabah Somasi BRI Unit Waisai

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:20 WIB

Kasus Korupsi Rp50 Miliyar; KOSMAK Desak Kejati Sulsel Tetapkan Tersangka dan Tahan Bupati Sidrap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:56 WIB

Kodim 0601 Pandeglang Genjot Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:09 WIB

Perkuat Komitmen Berantas Narkoba dan HP Ilegal, Rutan Pandeglang Gelar Razia Gabungan dan Tes Urin

Berita Terbaru

Keterangan foto : Kejari Kota Bekasi, Minggu (3/5/2026)

Hukum dan Kriminal

Kejari Kota Bekasi Usut Pungli Izin MCK Pasar Bantargebang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:54 WIB