EN LMND: Kementerian Sosial Mengkhianati Reformasi

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Wempy Habari, Ketua Bidang HUKUM dan HAM EN-LMND, Kamis (23/10/2025).

i

Keterangan foto: Wempy Habari, Ketua Bidang HUKUM dan HAM EN-LMND, Kamis (23/10/2025).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Rekomendasi 40 nama-nama tokoh oleh Kementerian Sosial kepada Kementerian Kebudayaan yang akan dijadikan sebagai Pahlawan Nasional banyak melahirkan polemik di masyarakat, pasalnya 1 dari sekian nama yang diajukan adalah Presiden RI ke 2, Soeharto.

Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) melalui Wendy Habari menilai, pemaksaan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional oleh Kementerian Sosial adalah sikap pengkhianatan terhadap reformasi.

“Kemensos yang memaksa soeharto menjadi pahlawan nasional merupakan penegasan sikap pengkhianat reformasi,” ujar Wempy Habari, Ketua Bidang HUKUM dan HAM EN-LMND, Kamis (23/10/2025).

Wempy menjelaskan, dosa-dosa soeharto selama 32 tahun berkuasa masih bisa dirasakan sampai saat ini, dimulai dari pelanggaran HAM, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), Eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) yang merusak dan lain-lain.

“Dosa-dosa kekuasaan soeharto selama 32 tahun masih kita saat ini, mulai dari pelanggaran HAM, KKN, Eksploitasi Sumber SDA yang merusak dan lain-lain sebagainya,” beber Wempy

Ia melanjutkan, bahwa elemen pro demokrasi harus menentang upaya pemaksaan Soeharto menjadi Pahlawan Nasional, terkhususnya aktivis 1998 yang telah menumbangkannya. Pasalnya, jika soeharto menjadi Pahlawan maka gerakan yang menumbangkannya adalah pengkhianat.

“Elemen pro demokrasi harus menentang upaya pemaksaan Soeharto menjadi Pahlawan Nasional, khusus aktivis 1998 yang telah menumbangkannya. Hal ini karena, jika soeharto menjadi Pahlawan maka gerakan yang menumbangkannya adalah pengkhianat,” tuturnya

Terakhir, Ketua Bidang Hukum dan Ham EN-LMND itu menegaskan, akan melakukan konsolidasi gerakan untuk menentang upaya paksa negara, termasuk menentang Kementerian Sosial yang akan menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Poldasu Gelar Rakor Penanganan Antrean SPBU, Para Pihak Sepakati Percepatan Normalisasi Distribusi
Diduga Belum Bayar Pekerjaan Cut and Fill Rp662 Juta, Kades Panyirapan Dilaporkan Pengusaha
Bank Banten Salurkan Bantuan bagi Pihak Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang
Tak Puas Penjelasan BBWSC3, SEMARAK Ancam Laporkan Dugaan Masalah P3-TGAI ke Kementerian
Duduk Bersama Menentukan Arah Desa, Kampung Melayu Barat Gelar Musdes RKPDes 2027
Ketua DPRD Kota Serang Apresiasi Permainan Kolektif Spanyol Usai Singkirkan Prancis
Kapolda Banten Gaungkan Semangat pada Peringatan Hari Pajak Nasional 2026
Wabup Intan Hadiri Festival Berbagi Bahagia Bersama 200 Anak Yatim di Kecamatan Curug
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WIB

Poldasu Gelar Rakor Penanganan Antrean SPBU, Para Pihak Sepakati Percepatan Normalisasi Distribusi

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:42 WIB

Diduga Belum Bayar Pekerjaan Cut and Fill Rp662 Juta, Kades Panyirapan Dilaporkan Pengusaha

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:15 WIB

Tak Puas Penjelasan BBWSC3, SEMARAK Ancam Laporkan Dugaan Masalah P3-TGAI ke Kementerian

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:14 WIB

Duduk Bersama Menentukan Arah Desa, Kampung Melayu Barat Gelar Musdes RKPDes 2027

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:52 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Apresiasi Permainan Kolektif Spanyol Usai Singkirkan Prancis

Berita Terbaru