Viral, Pegawai Honorer UPTD PPA Banten Ngaku Belum Digaji Dua Bulan dan Diperlakukan Kasar oleh Atasan

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Banten – Seorang pegawai honorer berinisial Bunga (nama samaran) di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Banten mengaku belum menerima gaji selama dua bulan sejak mulai bekerja pada 15 September 2025.

Ia juga menuturkan telah mengalami perlakuan tidak pantas dari atasannya yang disebut sebagai Kepala UPTD PPA Banten, Elis Pancaningsih.

Kakak korban mengungkapkan kepada awak media bahwa adiknya sempat melapor atas perlakuan kasar tersebut, namun kemudian dibujuk untuk kembali bekerja oleh sejumlah pejabat di lingkungan dinas.

“Adik saya sering diusir dan dihina dengan kata-kata kasar. Dia bahkan diperlakukan tidak manusiawi. Kalau memang tidak mau dipakai lagi, harusnya diselesaikan secara baik-baik,” ujarnya dengan nada kesal.

Menurut penuturan keluarga, Bunga bekerja sebagai petugas kebersihan (OB) di kantor UPTD PPA Banten yang berada di bawah naungan DP3AKB Provinsi Banten.

Ia mulai bertugas sejak pertengahan September, namun hingga kini belum menerima gaji sepeser pun.

“Sudah dua bulan belum digaji. Padahal dia kerja tiap hari, tapi malah sering dimaki dan disuruh pergi,” ungkap sang kakak.

Selain persoalan gaji, korban juga mengaku mengalami tekanan psikologis akibat perlakuan kasar dari pimpinan.

Ucapan yang dianggap menghina membuatnya trauma hingga memutuskan berhenti bekerja.

Keluarga Ancam Lapor ke Komnas Perempuan

Pihak keluarga menyebut sudah berencana menempuh langkah hukum jika tidak ada penyelesaian.

Mereka berencana melapor ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan Komnas Perempuan atas dugaan pelecehan verbal dan penelantaran hak tenaga honorer.

“Kami tidak mau jahat, tapi ingin kejadian seperti ini tidak terulang. Banyak korban lain yang takut bicara,” ujar keluarga korban.

Mereka juga siap menghadirkan saksi yang mengetahui perilaku tidak pantas di lingkungan kantor tersebut, meski sebagian masih enggan berbicara karena status mereka masih bekerja di bawah dinas yang sama.

Korban diketahui merupakan tenaga honorer dengan gaji sekitar Rp1,5 juta per bulan.

Meski nilainya tidak besar, keluarga menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan pada nominal, melainkan perlakuan tidak manusiawi yang dialami korban selama bekerja.

“Dia rela tidak digaji tiga bulan pun kalau diperlakukan baik. Tapi yang menyakitkan itu cara bicara dan penghinaan yang diterima,” kata kakaknya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak DP3AKB Provinsi Banten maupun Kepala UPTD PPA Banten, Elis Pancaningsih, terkait tuduhan tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos
Babinsa, Babinmas dan RT Temui Warga, Polemik Pemasangan Tiang WiFi Kembali Disorot
Sungguh Miris : Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Dibiarkan Jadi Sarang Kelelawar Hingga Timbulkan Bau Menyengat
Bank Banten Hadirkan Layanan Informasi Resmi melalui WhatsApp Terverifikasi
Penataan Kabel WiFi di Pandeglang Dipertanyakan, Muncul Dugaan Ada Oknum Membekingi Pengusaha
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Selasa, 22 September 2026 - 16:58 WIB

Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:57 WIB

Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos

Selasa, 22 September 2026 - 13:31 WIB

Babinsa, Babinmas dan RT Temui Warga, Polemik Pemasangan Tiang WiFi Kembali Disorot

Selasa, 22 September 2026 - 11:51 WIB

Sungguh Miris : Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Dibiarkan Jadi Sarang Kelelawar Hingga Timbulkan Bau Menyengat

Berita Terbaru