Sambut Tahun Baru 2026, Pengamat Sambut Profesi Analis Pertahanan Akan Makin Dibutuhkan

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Pengamat Pertahanan alumni Universitas Pertahanan (UNHAN) RI, Ario Seno.

i

Keterangan foto: Pengamat Pertahanan alumni Universitas Pertahanan (UNHAN) RI, Ario Seno.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Menyambut tahun baru 2026, Pengamat Pertahanan alumni Universitas Pertahanan (UNHAN) RI, Ario Seno, menilai profesi Analis Pertahanan Negara (APN) akan semakin berkembang dan dibutuhkan.

Kompleksitas ancaman pertahanan yang kian dinamis menuntut kehadiran analis yang mampu menjembatani kebijakan negara dengan pemahaman publik secara rasional dan berbasis analisis, bukan sekadar jargon.

Menurut Ario, diskursus pertahanan di ruang publik selama ini masih dangkal. Masyarakat umumnya hanya disuguhi informasi teknis seputar alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam), tanpa penjelasan strategis mengenai urgensi, konteks, dan alasan pemilihannya.

“Saya sering melihat di media sosial, setiap ada pengadaan alpalhankam baru, selalu muncul komentar seperti ‘beli pesawat tempur buat apa, memang mau perang?’ atau ‘perang sama siapa?’ Komentar itu wajar, tapi menunjukkan kurangnya informasi analitis. Publik jarang mendapat penjelasan kenapa alpalhankam itu dibutuhkan dan kenapa harus jenis tersebut,” ujar Ario, Jum’at (2/1/2025).

Ia menegaskan, di situlah peran APN menjadi krusial. Tidak sebatas formalitas, melainkan sebagai pencipta analisis pertahanan yang bisa dipahami publik secara objektif dan berbasis kepentingan nasional.

Ario juga menilai Indonesia tidak kekurangan sumber daya manusia untuk mengisi peran tersebut. Isu pertahanan kini telah menjadi konsumsi lintas generasi, dari baby boomer hingga Gen Z, dan minat akademik di bidang pertahanan terus meningkat.

“APN itu jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pertahanan RI. Pintu masuknya ada di Kemhan sebagai instansi pembina. Secara prosedur sudah jelas, hanya Kemhan yang bisa membukanya. Kalau jabatan ini benar-benar dibuka dan diberdayakan, peminat dari kalangan akademisi akan sangat banyak. Kita tidak kekurangan SDM, yang kurang itu wadahnya,” tegasnya.

Lebih jauh, Ario mengaitkan urgensi APN dengan sistem pertahanan semesta (Sishanta) yang dianut Indonesia. Dalam sistem tersebut, pertahanan negara tidak hanya dibangun oleh militer dan senjata, tetapi melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Pertahanan yang kuat membutuhkan kesadaran publik yang kuat. APN berperan membangun kesadaran itu. Tanpa pemahaman masyarakat, konsep pertahanan semesta hanya akan jadi slogan,” ujarnya.

Ia menutup dengan menekankan bahwa jika Indonesia ingin memiliki sistem pertahanan yang tangguh dan berdaya gentar di kawasan, pemberdayaan APN bukan lagi sebatas opsi, melainkan kebutuhan strategis.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB