Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten Akan Gelar Aksi Akbar Terkait Proyek Sawah Luhur

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten

i

Keterangan foto: Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Serang – Aktivitas Mega Proyek Sawah Luhur kembali menuai kecaman keras dari masyarakat setempat dan kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten, Kamis (5/2/2026).

Proyek yang sebelumnya sempat dihentikan karena diduga belum memiliki izin lengkap itu kini kembali beroperasi, bahkan dilakukan pada malam hari, sehingga memicu keresahan dan kemarahan warga Sawah Luhur dan masyarakat umum.

Perwakilan masyarakat Sawah Luhur Bunda Umi menilai proyek tersebut sejak awal dijalankan secara tertutup, tanpa transparansi, serta tidak melibatkan masyarakat yang terdampak langsung. Aktivitas pengurugan lahan empang dan sawah produktif dinilai telah merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup petani serta nelayan setempat.

“Kami tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan maupun pengambilan keputusan. Sawah dan empang kami diurug begitu saja, bahkan dikerjakan pada malam hari. Ini bukan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat, tapi pembangunan yang mengorbankan rakyat,” tegas Bunda Umi perwakilan masyarakat Sawah Luhur.

Masyarakat juga mempertanyakan kejelasan dokumen perizinan proyek, termasuk AMDAL, yang hingga kini tidak pernah disosialisasikan secara terbuka kepada warga.

Kritik tersebut diperkuat oleh Wildan perwakilan mahasiswa Di Banten yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten.

Mahasiswa menilai Mega Proyek Sawah Luhur sarat dengan persoalan administrasi, sosial, dan lingkungan, serta mencerminkan wajah pembangunan yang lebih mengutamakan kepentingan modal dibandingkan hak-hak rakyat.

“Pembangunan yang dijalankan secara diam-diam, tanpa transparansi, dan tanpa partisipasi publik adalah bentuk pengkhianatan terhadap prinsip keadilan sosial. Negara seharusnya berdiri di pihak rakyat, bukan menjadi pelindung kepentingan segelintir elite,” ujar Wildan

Sebagai bentuk perlawanan terorganisir, Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten menyatakan akan menggelar Aksi Akbar yang melibatkan masyarakat Sawah Luhur, mahasiswa, serta elemen rakyat lainnya. Aksi tersebut bertujuan untuk menyatukan gerakan, dan mengawal bersama-sama terkait polemik Mega proyek sawah luhur tersebut.

“Seruan Aksi Akbar nanti adalah ruang persatuan rakyat. Ketika pembangunan dijalankan secara sewenang-wenang dan menutup suara masyarakat, maka perlawanan adalah keniscayaan,” tegas Wildan perwakilan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten.

Mahasiswa mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait untuk segera menghentikan seluruh aktivitas proyek, membuka dokumen perizinan secara transparan, serta melakukan dialog terbuka dengan masyarakat.

Lanjut Di pertegas oleh Ketua Pusat Macan Kulon yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten menyatakan

“Macan Kulon akan turut serta turun aksi dan mengerahkan seluruh anggotanya yang berada di Banten untuk membersamai masyarakat sawah luhur yang menjadi korban dampak sosial lingkungan dengan adanya pembangunan tersebut dan menjadi garda terdepan dalam aksi tersebut.” ujarnya

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Meski Anggaran Terbatas, Pemkab Sorong Tetap Prioritaskan Pembangunan Jalan di 30 Distrik
Raih Nugraha Sakanti, Polda Banten Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Publik
Polda Banten Kerahkan Personel Bantu Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin, 33 KK Dievakuasi
Bulog Lebak-Pandeglang Tuntaskan Penyaluran Banpang Februari-Maret Lebih Cepat
Rumah Ludes Terbakar, Janda Lansia di Lebak Terima Bantuan dari Kapolsek Warunggunung
Danyonif 762/VYS dan Personel Kunjungi Polresta Sorong Kota, Wujud Soliditas TNI-Polri
Rumah Janda Lansia di Lebak Ludes Terbakar, Korban Berharap Bantuan Pemerintah
Dinkes Tangerang Terus Pantau Kondisi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:48 WIB

Meski Anggaran Terbatas, Pemkab Sorong Tetap Prioritaskan Pembangunan Jalan di 30 Distrik

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:12 WIB

Raih Nugraha Sakanti, Polda Banten Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:58 WIB

Polda Banten Kerahkan Personel Bantu Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin, 33 KK Dievakuasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:20 WIB

Bulog Lebak-Pandeglang Tuntaskan Penyaluran Banpang Februari-Maret Lebih Cepat

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:38 WIB

Rumah Ludes Terbakar, Janda Lansia di Lebak Terima Bantuan dari Kapolsek Warunggunung

Berita Terbaru