Orang Tua Korban Desak Transparansi Kasus Tewasnya Bocah di Gardu Tanjak Pandeglang

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres kabupaten Pandeglang (foto-red)

i

Polres kabupaten Pandeglang (foto-red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co PANDEGLANG – Proses penanganan kasus kecelakaan lalu lintas di kawasan Gardu Tanjak yang menewaskan seorang bocah SDN 1 Pandeglang kembali menjadi sorotan. Orang tua korban bersama dua orang saksi mendatangi Ruang Gakkum Satlantas Polres Pandeglang, Rabu (10/2/2026), untuk memenuhi panggilan penyidik sekaligus mempertanyakan perkembangan perkara.

Kehadiran keluarga korban pada pukul 13.00 WIB itu bukan sekadar memenuhi administrasi pemeriksaan, tetapi juga bentuk desakan agar penanganan kasus dilakukan secara transparan dan profesional.

Ayah korban, Muhammad Redho, mengatakan dirinya bersama saksi dimintai keterangan terkait kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa anaknya.

“Kami datang untuk memenuhi panggilan penyidik. Ada dua saksi laki-laki yang dimintai keterangan terkait kejadian yang mengakibatkan anak saya meninggal dunia,” ujarnya.

Namun, menurut Redho, keluarga hingga kini masih menunggu kepastian hukum atas kasus tersebut. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan dalam proses penyidikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami berharap penyidikan dilakukan secara utuh, transparan, dan adil. Kami ingin ada kepastian hukum yang jelas. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian menyampaikan rencana pelaksanaan gelar perkara pada Kamis (11/2/2026) di Satlantas Polres Pandeglang dengan mengundang keluarga korban serta pihak-pihak terkait.

Bagi keluarga, gelar perkara tersebut menjadi momentum penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan penyidikan dan arah penetapan tanggung jawab hukum dalam kasus ini.

“Kami berharap hasil gelar perkara benar-benar objektif dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami juga meminta rekan-rekan media ikut mengawal proses ini,” tambah Redho.

Sementara itu, salah satu saksi, Aditia, mengaku diminta keluarga korban untuk membantu menjelaskan kronologi kejadian kepada penyidik. Ia menyatakan telah memberikan keterangan sesuai apa yang dilihat dan diketahuinya.

“Saya diminta membantu menjelaskan kronologi dan insiden kecelakaan tersebut. Penyidik menanyakan apa yang saya ketahui, lihat, dan alami. Saya menyampaikan semuanya secara kooperatif,” kata Aditia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Satlantas Polres Pandeglang belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyidikan maupun hasil pemeriksaan saksi. Publik pun menanti langkah tegas aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas kasus kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar sekolah dasar tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB