Terasmedia.co Lebak – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak menjadi perhatian publik setelah beredarnya sejumlah foto dan video menu di media sosial. Konten tersebut memunculkan beragam tanggapan masyarakat, termasuk adanya dugaan ketidaksesuaian menu dengan standar gizi yang diharapkan.
Menyikapi hal itu, Gerakan Masyarakat Pengawas MBG menyampaikan sikap secara terbuka. Ki Bangkol selaku Aktivis Gerakan Masyarakat Pengawas MBG menegaskan pihaknya tetap mendukung penuh program tersebut karena dinilai memiliki tujuan mulia bagi peningkatan gizi anak-anak.
Namun demikian, ia menilai apabila terdapat dugaan kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan, perlu dilakukan evaluasi secara objektif dan transparan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak dalam posisi menuduh atau menyimpulkan sepihak. Tetapi jika ada dugaan ketidaksesuaian, sebaiknya dilakukan klarifikasi dan evaluasi terbuka agar program ini tetap berjalan sesuai tujuan,” ujar Ki Bangkol, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, pengawasan masyarakat merupakan bagian dari kontrol sosial yang konstruktif, bukan bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah.
“Program ini sangat baik dan harus kita dukung bersama. Justru karena kami peduli, kami berharap pelaksanaannya benar-benar sesuai standar. Transparansi penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tambahnya.
Gerakan Masyarakat Pengawas MBG juga mendorong agar pihak pelaksana di daerah dapat memberikan penjelasan resmi apabila diperlukan, guna menghindari kesalahpahaman serta memastikan informasi yang beredar tidak berkembang menjadi spekulasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak pengelola MBG di Kabupaten Lebak terkait konten yang beredar di media sosial tersebut.
Publik kini berharap adanya komunikasi terbuka dan langkah evaluatif apabila memang ditemukan kekurangan, sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi para penerima manfaat.
Pada akhirnya, gizi anak bangsa adalah tanggung jawab bersama dan tidak boleh dikompromikan.
Editor : Redaksi












