Hutan Negara Digerogoti! Asper Bungkam, Polda Banten Tak Hiraukan Mafia Tambang Ilegal

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Dugaan aktivitas tambang batu bara ilegal di kawasan hutan produksi Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, kembali mencuat dan memantik kemarahan publik. Aktivitas yang disebut berlangsung di Blok Cinunggul, Blok Liko hingga Blok Cikacapi itu dinilai semakin berani dan terang-terangan, seolah tak tersentuh hukum, Jum’at (27/2/2026).

Kawasan tersebut merupakan hutan negara yang berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani wilayah Bayah. Namun publik kini menyoroti keras peran Asper (Asisten Perhutani) Bayah yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas di tengah dugaan pengerukan batu bara secara ilegal di dalam kawasan hutan produksi.

Berdasarkan informasi masyarakat, di lokasi diduga terdapat lubang-lubang tambang aktif, stokpile batu bara, hingga mobilitas kendaraan angkutan hasil tambang yang keluar masuk kawasan. Jika benar terjadi tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan tanpa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), maka aktivitas tersebut jelas melanggar hukum.

Muncul pula sejumlah nama warga yang disebut berada dan beraktivitas di titik-titik tambang. Publik mendesak agar seluruh pihak yang disebut segera dipanggil dan diperiksa secara terbuka guna memastikan kebenaran informasi sekaligus menghindari fitnah.

Sorotan kini tak hanya mengarah kepada para oknum di lapangan, tetapi juga kepada Asper Bayah. Masyarakat mempertanyakan bagaimana mungkin aktivitas diduga ilegal di kawasan hutan negara bisa berlangsung tanpa terdeteksi atau tanpa tindakan tegas. Jika terbukti ada pembiaran, maka hal itu dinilai sebagai kelalaian serius dalam menjaga aset negara.

Di sisi lain, publik juga menunggu langkah konkret dari Polda Banten, khususnya Ditreskrimsus. Penegakan hukum dinilai tidak boleh setengah hati. Apalagi dugaan pelanggaran ini berpotensi menabrak:

UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba

UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Ancaman pidana dalam regulasi tersebut tidak main-main: hukuman penjara hingga belasan tahun dan denda miliaran rupiah.

Masyarakat mendesak agar aparat segera turun langsung ke lokasi, menghentikan aktivitas jika terbukti ilegal, menyegel titik tambang, serta memproses hukum seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu. Bila penanganan di tingkat daerah dinilai lamban, publik bahkan meminta agar Mabes Polri turun tangan.

Jika dugaan ini terus dibiarkan, maka yang hancur bukan hanya tegaknya hukum, tetapi juga kelestarian hutan negara. Kini publik menanti keberanian Asper Bayah dan ketegasan Polda Banten: berdiri di sisi hukum, atau membiarkan hutan negara terus digerogoti.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Sidang Perdana Gabriel Lumbantoruan Digelar, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur
Mahfuddin Cakra Saputra Resmi Jabat Kajari Sumbawa Barat, Bawa Semangat Penegakan Hukum Bersih
Unggul 4-2 di Putaran Kedua, Pieter Jerry Baru Nahkodai Pemuda Katolik Papua Barat Daya
Polda Banten Hadirkan Layanan SIM Keliling di Bayah, Ini Jadwal dan Syaratnya
Peduli Kesehatan Warga, Polda Banten Hadirkan Layanan Gratis di Bayah
HUT ke-10, Bank Banten Siap Menjadi Bagian Penting Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Banten
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:59 WIB

FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Sidang Perdana Gabriel Lumbantoruan Digelar, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Mahfuddin Cakra Saputra Resmi Jabat Kajari Sumbawa Barat, Bawa Semangat Penegakan Hukum Bersih

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:14 WIB

Unggul 4-2 di Putaran Kedua, Pieter Jerry Baru Nahkodai Pemuda Katolik Papua Barat Daya

Berita Terbaru