Minta Audiensi ke DPR, Pekerja Pakuhaji: Pulihkan Lahan Pertanian

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Paguyuban Penggilingan Padi Pakuhaji Yulianto, Kamis (9/4).

i

Keterangan foto : Ketua Paguyuban Penggilingan Padi Pakuhaji Yulianto, Kamis (9/4).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co TANGERANG – Proyek pengembangan kawasan PIK 2 yang mengikis ribuan hektar lahan pertanian di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, turut menggerus nasib pekerja penggilingan padi.

Mereka harus rela kehilangan mata pencaharian karena pabrik yang selama ini menyerap gabah petani tak lagi beroperasi setelah kekurangan pasokan.

Seperti menimpa para pekerja PT Mentari Kharisma Utama. Sejak 2024, sekitar 500 orang terpaksa dirumahkan dari sentra penggilingan modern yang berdiri sejak 2007 itu.

“Karena kesulitan pasokan (gabah). Bisa kita lihat itu lahan pertanian diurug, saluran irigasi ditutup, ya otomatis sawah-sawah rusak gak layak digarap” kata Ketua Paguyuban Penggilingan Padi Pakuhaji Yulianto, Kamis (9/4).

Dia menjelaskan, selama ini hubungan sentra penggilingan padi tempatnya bekerja dengan petani sekitar saling menguntungkan.

Perusahaan, tuturnya, sedari dulu memberikan pembinaan dan pendampingan tentang penerapan sistem pertanian terhadap petani selaku pemasok gabah.

Pendampingan itu mulai dari pengelolaan lahan hingga metode dan praktik pertanian secara baik dan berkelanjutan.

“Tapi dengan kondisi sekarang ini semua kena dampaknya, ya para petani termasuk kami para pekerja jadi korban,” jelasnya.
Yulianto menyampaikan, kini kehidupan petani dan pekerja yang terdampak, khususnya di Desa Laksana, Kali Baru, dan Kohot sedang terkatung-katung.

Sebagian besar mereka menganggur. Sebagian lagi petani yang punya sawah menjual tanah dengan harga murah.

“Sudah tidak ada pilihan, punya sawah tapi rusak buat apa? Cari kerja juga susah,” keluhnya.

*Minta Audiensi dengan DPR*

Untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi, para pekerja yang tergabung dalam Paguyupan Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji mengirim surat permohonan audiensi ke Ketua Komisi IV DPR RI.

Yulianto menyampaikan, surat tersebut telah diterima pihak terkait serta tinggal menunggu jadwal pertemuan.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi, memohon perhatian, perlindungan, juga solusi atas masalah yang kami hadapi,” ungkapnya.

Dia berharap, dengan adanya perhatian DPR RI area lahan dipulihkan fungsinya sebagai lahan produktif untuk pertanian.
Pihaknya juga meminta saluran irigasi dibuka dan direvitalisasi sehingga aktivitas pertanian dan penggilingan kembali berjalan normal.

“Kalau bisa, kami juga mohon dan berharap Komisi IV nantinya bisa meninjau langsung ke lokasi persawahan dan penggilingan, utamanya di Desa Kohod, Laksana, dan Kalibaru,” harapnya.

Selain ke DPR RI, Paguyuban Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji juga meminta kesempatan audiensi dengan Menteri Pertanian RI.

Semua upaya tersebut dilakukan tidak lain adalah dalam rangka menyampaikan keluhan dan aspirasi atas nasib yang menimpa petani dan pekerja penggilingan padi.

“Karena kalau praktik begini terus dibiarkan, dapat mengancam program ketahanan pangan Pak Presiden Prabowo,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”
Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu
Warga Pertanyakan Pemasangan Tiang WiFi MyRepublic di Kampung Batur Jaya, Diduga Tanpa Persetujuan Pemilik Lahan
Didukung Pengawasan Berlapis, BPJN Komitmen Jaga Kualitas Jalan Mamasa-Malabo
Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa
PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan
Berita ini 31 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Warga Pertanyakan Pemasangan Tiang WiFi MyRepublic di Kampung Batur Jaya, Diduga Tanpa Persetujuan Pemilik Lahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Didukung Pengawasan Berlapis, BPJN Komitmen Jaga Kualitas Jalan Mamasa-Malabo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Berita Terbaru