Bupati Tak Hadir, Masalah Menumpuk: RDP Lebak Berakhir Tanpa Jawaban

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Forum Advokasi Masyarakat FERADI WPI Kabupaten Lebak bersama DPRD Lebak, RSUD Adjidarmo, dan BPJS Kesehatan belum menghasilkan jawaban konkret atas berbagai persoalan pelayanan kesehatan yang dikeluhkan masyarakat.

Ketua FERADI WPI Kabupaten Lebak, Fam Fuk Tjhong yang akrab disapa Koh Uun, menyayangkan ketidakhadiran Bupati Lebak dalam forum tersebut. Menurutnya, kehadiran kepala daerah sangat penting untuk memberikan kepastian kebijakan, terutama terkait dugaan terabaikannya hak-hak masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

“Seharusnya Bupati hadir langsung agar ada keputusan yang jelas. Ini menyangkut hak masyarakat yang tidak boleh diabaikan,” ujar Koh Uun kepada media, Selasa (21/4/2026).

Dalam RDP tersebut, sejumlah persoalan krusial mengemuka. Salah satunya terkait penerapan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Adjidarmo yang dinilai masih cacat prosedur karena belum memenuhi sejumlah komponen penting.

Selain itu, dominasi sistem BPJS Kesehatan dalam pelayanan juga menjadi sorotan. Mekanisme rujukan yang dinilai lambat dan berbelit, serta keterbatasan ketersediaan tempat tidur (bed), menyebabkan antrean pasien membludak hingga membuat kondisi Unit Gawat Darurat (UGD) terkesan kumuh.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lebak yang juga merangkap sebagai Plt Direktur RSUD Adjidarmo mengakui adanya berbagai kendala yang dihadapi rumah sakit. Ia bahkan menyebut kondisi saat ini membuat RSUD Adjidarmo terancam mengalami kesulitan finansial.

Salah satu faktor utama, menurutnya, adalah sistem pembayaran BPJS yang dinilai merugikan pihak rumah sakit. Perbedaan skema pembayaran dibandingkan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas turut memengaruhi preferensi masyarakat yang lebih memilih langsung ke rumah sakit.

Selain itu, terdapat pula persoalan selisih biaya, seperti harga darah dari PMI yang tidak sepenuhnya tercover oleh BPJS, sehingga membebani keuangan rumah sakit.

Koh Uun menegaskan, DPRD Lebak harus segera mengambil langkah konkret dengan memanggil Bupati untuk membahas solusi atas persoalan ini. Ia juga menyoroti kekosongan dokter spesialis ortopedi, keterbatasan alat penunjang medis, serta minimnya ketersediaan obat yang dinilai sangat mendesak.

“Kami mendorong ada keputusan cepat, termasuk kucuran anggaran. Ini menyangkut keselamatan pasien, khususnya korban kecelakaan yang membutuhkan penanganan segera,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengawal isu ini dan meminta dalam waktu satu minggu ke depan sudah ada langkah nyata, terutama terkait ketersediaan obat dan penanganan pasien prioritas.

RDP ini diharapkan menjadi titik awal perbaikan sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Lebak, meski hingga kini masyarakat masih menanti kepastian langkah dari pemerintah daerah.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB