Terasmedia.co PANDEGLANG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Banten Raya secara resmi menyerahkan dokumen hasil kajian dan rekomendasi aspirasi kader kepada lima Presidium Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kabupaten Pandeglang terpilih periode 2026–2031. Penyerahan ini dilakukan langsung dalam momentum Musyawarah Daerah (Musda) IV KAHMI Pandeglang yang berlangsung khidmat.
Dokumen rekomendasi tersebut dirumuskan berdasarkan hasil kajian mendalam oleh kader HMI Komisariat Banten Raya pada Rabu, 1 Juli 2026, yang mengusung tema “Menakar Kontribusi KAHMI dalam Masa Depan Perkaderan HMI Cabang Pandeglang”.
Ketua Umum HMI Komisariat Banten Raya, Aditya Muhammad Farhan Assidiq, hadir langsung membacakan sekaligus menyerahkan berkas aspirasi tersebut di hadapan seluruh alumni (Kanda dan Yunda) yang menghadiri forum tertinggi daerah tersebut.
“Rekomendasi ini kami susun sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kecintaan kami terhadap himpunan. Kami memandang KAHMI dan HMI bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan satu kesatuan mata rantai pengabdian. Semakin kuat perhatian alumni terhadap perkaderan, semakin cerah pula masa depan HMI di Pandeglang,” ujar Aditya dalam keterangannya, Jum’at (3/7).
Dokumen rekomendasi tersebut secara resmi ditandatangani dan diterima oleh lima Presidium MD KAHMI Pandeglang terpilih, yaitu H. TB. A Khatibul Umam, Iin Mukhlisin, S.AP., M.AB., TB. Dedi Muhidin, S.Pd., Fauzi Ilham, dan Nana Suryana, S.E. Penyerahan ini juga disaksikan dan diketahui oleh perwakilan Pengurus HMI Cabang Pandeglang Periode 2025–2026 yang diwakili oleh Kepala Bidang PTKP dan PPD.
Secara garis besar, terdapat 5 Poin Rekomendasi Strategis yang dititipkan oleh HMI Komisariat Banten Raya untuk kepengurusan MD KAHMI Pandeglang yang baru:
1. Sistem Pendampingan Berkelanjutan: Mendorong alumni tidak hanya hadir pada momentum seremonial, tetapi terlibat aktif mendampingi kader dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, tradisi intelektual, dan profesionalisme.
2. Menjaga Independensi Organisasi: Mengharapkan KAHMI menjadi mitra strategis yang membina dan memberikan bimbingan dengan tetap menghormati independensi HMI yang mandiri, demokratis, dan berdaulat tanpa adanya intervensi.
3. Perluasan Akses Kapasitas Diri: Meminta KAHMI membuka jejaringnya secara sistematis untuk membuka akses pelatihan, mentoring, beasiswa, riset, magang, hingga peluang profesi bagi kader aktif.
4. Menghidupkan Kembali Tradisi Intelektual: Mendesak penguatan budaya membaca, menulis, diskusi kebangsaan, dan kajian ilmiah sebagai identitas utama HMI demi melahirkan kader yang berwawasan luas.
5. Penyusunan Roadmap Perkaderan Jangka Panjang: Mendorong sinergi antara KAHMI dan HMI Cabang Pandeglang untuk merumuskan arah kaderisasi yang terukur, adaptif terhadap zaman, namun tetap berlandaskan nilai keislaman dan keindonesiaan.
Menutup pernyataannya, Aditya mengucapkan selamat atas terpilihnya nakhoda baru KAHMI Pandeglang dan berharap momentum ini melahirkan ukhuwah antargenerasi yang lebih erat.
“Kami mengucapkan selamat mengemban amanah kepada Koordinator Presidium dan jajaran presidium terpilih. Semoga kepemimpinan baru ini membawa semangat segar dan mampu menjadikan KAHMI sebagai benteng sekaligus mitra strategis dalam melahirkan kader-kader yang berkualitas, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman,” pungkas Aditya.












