Puskesmas Maja Respon Somasi Kuasa Hukum Keluarga Bayi Yang Lahir Sungsang Meninggal

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan poto : Surat jawaban somasi dari puskesmas maja atas dugaan bayi meninggal saay dilahirkan sungsang tanpa dilakukan oprasi cesar.

i

Keterangan poto : Surat jawaban somasi dari puskesmas maja atas dugaan bayi meninggal saay dilahirkan sungsang tanpa dilakukan oprasi cesar.

Ikuti kami di Google News

TERASMEDIA.CO LEBAK – Pihak Puskesmas Maja akhirnya merespons surat somasi yang dilayangkan oleh kuasa hukum keluarga bayi yang lahir sungsang dan meninggal dunia. Keluarga sebelumnya mempertanyakan mengapa tidak dilakukan tindakan operasi caesar saat persalinan berlangsung.

Konfirmasi pengiriman surat balasan disampaikan langsung oleh Tenaga Tata Usaha Puskesmas Maja, Agung Tahfidzul Iman, S.KM., saat dihubungi awak media melalui pesan singkat pada Jumat (3/7/2026).

“Surat balasan somasi sudah kami kirimkan ke kantor pengacara keluarga,” ujar Agung singkat.

Dalam surat balasan tersebut, Puskesmas Maja memaparkan empat poin penjelasan utama terkait penanganan medis yang telah dilakukan:

Pertama, terkait alur pertolongan persalinan. Pasien datang ke Puskesmas Maja pada 19 Juni 2026 pukul 21.00 WIB, diantar oleh suami dan mertua dengan riwayat yang telah disampaikan Bidan Desa Buyut Mekar. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi pasien dalam batas normal. Pertolongan persalinan, penanganan bayi yang tidak bernapas spontan, hingga pemantauan pasca persalinan selama 24 jam telah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Kedua, mengenai pelayanan lanjutan. Pihak Puskesmas telah melakukan kunjungan rumah sebanyak dua kali: pada 23 Juni 2026 dilakukan pemeriksaan fisik lengkap, pemberian obat, serta dukungan moril; kemudian pada 25 Juni 2026, pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kelainan dan ibu dianjurkan rutin mengonsumsi obat yang diberikan.

Ketiga, hasil audit internal. Tim pengkajian Program Penanganan Komplikasi Obstetri dan Neonatal Dini (PONED) menyimpulkan bahwa seluruh pelayanan persalinan dan nifas telah berjalan sesuai SOP.

Keempat, kesiapan berdialog. Kepala Puskesmas Maja beserta tim, bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, menyatakan siap memberikan klarifikasi lebih lanjut dan mengundang tim kuasa hukum untuk berdiskusi pada waktu yang disepakati.

Penulis : Ray

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Barang Temuan di Selat Sunda Diperiksa, Polda Banten Pastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1
Pemasangan Tiang Telepon di Ciinjuk Dipertanyakan Warga, Program Pemerintah Minim Sosialisasi
Panen Raya Singkong Sangiangjaya, Gubernur Andra Soni dan Arif Rahman: Petani Pilar Ketahanan Pangan Banten
Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi
Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan
Tega Aniaya Bayi hingga Meninggal Dunia, FS Diamankan Polresta Sorong Kota
Polresta Sorong Kota Ringkus YT, Pengambil 435 Gram Sabu
Bappenas Gandeng Dewan Pers Perkuat Sinergitas dalam Pembangunan Nasional
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 10:53 WIB

Barang Temuan di Selat Sunda Diperiksa, Polda Banten Pastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

Pemasangan Tiang Telepon di Ciinjuk Dipertanyakan Warga, Program Pemerintah Minim Sosialisasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:46 WIB

Panen Raya Singkong Sangiangjaya, Gubernur Andra Soni dan Arif Rahman: Petani Pilar Ketahanan Pangan Banten

Selasa, 8 September 2026 - 04:05 WIB

Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi

Senin, 7 September 2026 - 20:17 WIB

Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan

Berita Terbaru