Diduga Kendaraan ODOL Berkeliaran Tengah Malam di Pandeglang, Warga Curigai Angkut Sampah

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang – Kendaraan bermuatan melebihi kapasitas atau Over Dimension Over Loading (ODOL) diduga masih bebas melintas di wilayah Kabupaten Pandeglang pada malam hingga dini hari. Keberadaan kendaraan-kendaraan besar tersebut dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kendaraan ODOL berisiko memicu kecelakaan lalu lintas akibat rem blong, ban pecah, hingga kendaraan kehilangan kendali. Warga menyebut kendaraan-kendaraan besar itu kerap melintas setelah pukul 00.00 WIB, terutama di ruas Jalan Raya Pandeglang-Serang dan kawasan Alun-alun Pandeglang.

Teras Media TJhZBa0B

Sejumlah pengendara juga mengaku mencurigai kendaraan-kendaraan tersebut mengangkut sampah yang dibuang ke wilayah Pandeglang. Namun, hingga saat ini belum terdapat bukti maupun keterangan resmi dari pihak berwenang yang membenarkan dugaan tersebut.

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, kendaraan-kendaraan besar itu hampir setiap malam melintas dengan muatan yang ditutup terpal rapat.

“Bisa saja, kan, sampah. Saat rakyat diam, jangan sampai ada oknum yang bermain-main. Hampir setiap hari mobil-mobil besar ini lewat, semuanya ditutup terpal dengan rapi,” ujarnya saat ditemui di depan Kantor PLN Pandeglang, Sabtu (4/7/2026).

Warga tersebut berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah melakukan pengawasan serta pemeriksaan terhadap kendaraan-kendaraan yang beroperasi pada jam-jam tersebut guna memastikan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan memastikan muatan yang diangkut sesuai ketentuan.

Teras Media JzC4YfiA

“Kalau bukan sampah, lalu apa yang dibawa? Mengapa hampir setiap malam melintas di atas pukul 00.00 WIB? Jangan sampai muncul kesan pemerintah sedang bermain kucing-kucingan dengan rakyat,” katanya.

Masyarakat meminta instansi terkait segera melakukan penertiban dan memberikan penjelasan kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi maupun keresahan di tengah masyarakat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Panen Raya Singkong Sangiangjaya, Gubernur Andra Soni dan Arif Rahman: Petani Pilar Ketahanan Pangan Banten
Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi
Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan
Tega Aniaya Bayi hingga Meninggal Dunia, FS Diamankan Polresta Sorong Kota
Polresta Sorong Kota Ringkus YT, Pengambil 435 Gram Sabu
Bappenas Gandeng Dewan Pers Perkuat Sinergitas dalam Pembangunan Nasional
Buruh Tani dan Tambang Rakyat Surade Antusias Daftar BPJS Ketenagakerjaan
Pererat Silaturahmi, Warga RW 01 Pasir Gendok Gelar Peringatan Maulid Nabi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 04:05 WIB

Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi

Senin, 7 September 2026 - 20:17 WIB

Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan

Minggu, 6 September 2026 - 15:01 WIB

Tega Aniaya Bayi hingga Meninggal Dunia, FS Diamankan Polresta Sorong Kota

Minggu, 6 September 2026 - 14:57 WIB

Polresta Sorong Kota Ringkus YT, Pengambil 435 Gram Sabu

Minggu, 6 September 2026 - 14:16 WIB

Bappenas Gandeng Dewan Pers Perkuat Sinergitas dalam Pembangunan Nasional

Berita Terbaru

Dr. Imam Sofian, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:43 WIB