Terasmedia.co Lebak – Gelombang kemarahan dan keprihatinan mendalam melanda kalangan pegiat perubahan di Kabupaten Lebak menyusul peristiwa kelam yang menimpa rekan seperjuangan, aktivis Uun. Tindakan intimidasi, penculikan, hingga penganiayaan fisik yang dialaminya dinilai telah melampaui batas kemanusiaan dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Kang Mega, Ketua Forum 9 Naga Karian yang juga dikenal luas sebagai aktivis yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan, menyampaikan pernyataan tegasnya. Ia menegaskan bahwa dirinya dan Uun sama-sama berdiri di barisan yang sama sebagai pembela kepentingan masyarakat, meskipun memiliki gaya dan cara penyampaian perjuangan yang berbeda.
“Saya dan Ka Uun sama-sama aktivis di Lebak, hanya berbeda gaya dan cara dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Namun perlakuan intimidasi, penculikan, dan penganiayaan itu sudah biadab, kelewat batas! Ini harus dikecam keras oleh seluruh elemen masyarakat,” tegas Kang Mega dengan nada penuh penekanan, Minggu (19/7/2026)
Ia menegaskan prinsip hukum yang tidak pandang bulu. Kata Mega siapapun yang berada di balik kejadian ini, tidak ada satu orang pun yang kebal hukum.
Kang Mega pun memperingatkan bahaya besar jika kasus ini tidak ditangani dengan serius dan transparan.
“Jika kasus ini tidak dikawal dengan baik dan tidak diproses secara hukum yang adil, maka apa yang terjadi pada Ka Uun hari ini, bisa saja terjadi kepada kita semua, kepada setiap aktivis yang berani lurus mengkritik kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat,” ujarnya.
“Tidak ada alasan, tidak ada pembenaran sedikitpun untuk melakukan intimidasi, penculikan, maupun penganiayaan, apapun alasannya,” tambahnya dengan tegas.
Pihaknya juga mengingatkan kepada para pejabat publik agar tidak bersikap alergi terhadap kritik. Jika kritik dianggap kasar, dianggap menghina atau melanggar aturan, jalur hukum sudah tersedia dengan jelas untuk menyelesaikannya.
“Jangan sekali-kali menggunakan kekerasan, main hakim sendiri, atau melakukan tindakan sewenang-wenang seperti yang dialami Ka Uun,” tegasnya.
Saat ini, komunikasi antar rekan-rekan aktivis di seluruh wilayah Lebak sudah berjalan sangat intens. Mereka telah bersatu padu untuk mengawal setiap tahapan proses hukum peristiwa ini.
Bahkan, mereka menegaskan kesiapan penuh untuk turun ke jalan secara bersama-sama menyuarakan aspirasi, jika aparat penegak hukum tidak bergerak cepat, adil, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Proses hukumnya harus diawasi dan dikawal bersama oleh semua pihak yang peduli. Jangan sampai kejadian ini menjadi preseden buruk: bahwa menyuarakan kebenaran dan menyampaikan kritik justru dibalas dengan kekerasan dan rasa takut,” pungkas Kang Mega.












