Aktivis Lebak Bersatu, Siap Turun ke Jalan Jika Hukum Tak Berpihak Kebenaran

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kang Mega, Ketua Forum 9 Naga Karian

i

Kang Mega, Ketua Forum 9 Naga Karian

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Gelombang kemarahan dan keprihatinan mendalam melanda kalangan pegiat perubahan di Kabupaten Lebak menyusul peristiwa kelam yang menimpa rekan seperjuangan, aktivis Uun. Tindakan intimidasi, penculikan, hingga penganiayaan fisik yang dialaminya dinilai telah melampaui batas kemanusiaan dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Kang Mega, Ketua Forum 9 Naga Karian yang juga dikenal luas sebagai aktivis yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan, menyampaikan pernyataan tegasnya. Ia menegaskan bahwa dirinya dan Uun sama-sama berdiri di barisan yang sama sebagai pembela kepentingan masyarakat, meskipun memiliki gaya dan cara penyampaian perjuangan yang berbeda.

“Saya dan Ka Uun sama-sama aktivis di Lebak, hanya berbeda gaya dan cara dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Namun perlakuan intimidasi, penculikan, dan penganiayaan itu sudah biadab, kelewat batas! Ini harus dikecam keras oleh seluruh elemen masyarakat,” tegas Kang Mega dengan nada penuh penekanan, Minggu (19/7/2026)

Ia menegaskan prinsip hukum yang tidak pandang bulu. Kata Mega siapapun yang berada di balik kejadian ini, tidak ada satu orang pun yang kebal hukum.

Kang Mega pun memperingatkan bahaya besar jika kasus ini tidak ditangani dengan serius dan transparan.

“Jika kasus ini tidak dikawal dengan baik dan tidak diproses secara hukum yang adil, maka apa yang terjadi pada Ka Uun hari ini, bisa saja terjadi kepada kita semua, kepada setiap aktivis yang berani lurus mengkritik kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

“Tidak ada alasan, tidak ada pembenaran sedikitpun untuk melakukan intimidasi, penculikan, maupun penganiayaan, apapun alasannya,” tambahnya dengan tegas.

Pihaknya juga mengingatkan kepada para pejabat publik agar tidak bersikap alergi terhadap kritik. Jika kritik dianggap kasar, dianggap menghina atau melanggar aturan, jalur hukum sudah tersedia dengan jelas untuk menyelesaikannya.

“Jangan sekali-kali menggunakan kekerasan, main hakim sendiri, atau melakukan tindakan sewenang-wenang seperti yang dialami Ka Uun,” tegasnya.

Saat ini, komunikasi antar rekan-rekan aktivis di seluruh wilayah Lebak sudah berjalan sangat intens. Mereka telah bersatu padu untuk mengawal setiap tahapan proses hukum peristiwa ini.

Bahkan, mereka menegaskan kesiapan penuh untuk turun ke jalan secara bersama-sama menyuarakan aspirasi, jika aparat penegak hukum tidak bergerak cepat, adil, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Proses hukumnya harus diawasi dan dikawal bersama oleh semua pihak yang peduli. Jangan sampai kejadian ini menjadi preseden buruk: bahwa menyuarakan kebenaran dan menyampaikan kritik justru dibalas dengan kekerasan dan rasa takut,” pungkas Kang Mega.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Meriah! Polda Banten Satukan Masyarakat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Bangunan SD di Pinggiran Sorong Selatan Memprihatinkan, Dana Otsus Dipertanyakan
Permasalahan Gaji PPPK, Dinas Kesehatan Sorong Selatan Tegaskan Itu Urusan Internal RSUD
Serap Aspirasi Masyarakat Adat Banten Selatan, Ahmad Fauzi: Kami Akan Bawa ke Badan Legislasi DPR RI
Kukuhkan Pengurus UMKM Kelapa Dua, Wabup Intan Dorong Digitalisasi dan Perluasan Pasar
Diduga Abaikan Keselamatan Warga, Proyek Drainase APBD Tangsel Disorot karena Galian Tanpa Pengaman
Tak Cukup Periksa Kontraktor, AMMCB Desak Kejari Usut Seluruh Aktor Proyek DPUPR Lebak
GMPB Desak Polres Bogor Selidiki Dugaan Pengemasan Ulang Beras SPHP Jadi Beras Premium
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 09:17 WIB

Meriah! Polda Banten Satukan Masyarakat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:01 WIB

Aktivis Lebak Bersatu, Siap Turun ke Jalan Jika Hukum Tak Berpihak Kebenaran

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:12 WIB

Bangunan SD di Pinggiran Sorong Selatan Memprihatinkan, Dana Otsus Dipertanyakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:49 WIB

Permasalahan Gaji PPPK, Dinas Kesehatan Sorong Selatan Tegaskan Itu Urusan Internal RSUD

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:05 WIB

Serap Aspirasi Masyarakat Adat Banten Selatan, Ahmad Fauzi: Kami Akan Bawa ke Badan Legislasi DPR RI

Berita Terbaru

Internasional

Menjaga Kapsul Waktu Nusantara: Kedaulatan di Balik Sisa Kapal Karam

Senin, 20 Jul 2026 - 08:39 WIB