Iti Octavia Jayabaya Atur Wartawan, Aktivis Sebut Bupati Lebak Arogan

Teras Media

- Penulis

Selasa, 14 Februari 2023 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya kembali membuat sensasi dengan menyetop pertanyaan sejumlah wartawan yanga hendak mempertanyakan tentang penyelesaian sengketa hak dan kepemilikan lahan sejumlah masyarakat terdampak Bendungan Karian. Pertanyaan para jurnis tersebut ditunjukan ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Ciliman dan Cidurian (BBWSC3).

Hal tersebut mendapatkan tanggapan keras dari Aktivis Lebak Selatan, Rizwan Komrad, Menurutnya pernyataan Bupati Lebak sangat arogan yang mencoba mendikte para jurnalis yang sedang melakukan tugasnya. Kata Rizwan, sikap Bupati Lebak yang aneh mengatur pertanyaan wartawan dan menyebut yang mewawancarai pihak BBWSC3 terlalu banyak berkicau.

“Apa masalahnya bagi Bupati saat wartawan meminta keterangan, jika ada warga pemilik lahan yang terdampak, bukankah itu kendala yang harus diselesaikan. Bupati bertahun-tahun tutup mata kepada masyarakat yang kena dampak penggusuran, sengketa hak dan kepemilikan lahan, masyarakat sampai mencari keadilannya sendiri,” kata Rizwan, Selasa (14/2).

Baca juga : Baliho Caleg Bertebaran di Dapil IV Lebak

Lebih lanjut kata Rizwan, pihaknya menilai bahwa sikap Bupati Lebak yang videonya sempat viral bukan menujukan seorang Pemimpin Lebak, melainkan tuan tanah atau feodal yang menganggap tanah di Lebak semua adalah miliknya. Kata Rizwan, Seorang pemimpin tidak boleh bebas mengatur tanpa melibatkan partisipasi masyarakat.

“Semakin terlihat kasar saat diakhir video Bupati Lebak sesumbar bahwa “DISINI KUASA SAYA”. Hal itu yang seolah-olah melegitimasi dirinya sebagai penguasa Lebak yang sombong dan angkuh,” tutur Rizwan.

Untuk diketahui, sempat beresar video Bupati Iti Octavia Jayabaya berdurasi 0.52 detik yang membubarkan sesi wawancara wartawan di halaman Pendopo Pemkab setempat, Selasa 14 Februari 2023. Bupati 2 (dua) periode itu diduga tersulut emosi, bermula ketika wartawan melakukan sesi wawancara door stop.

Dimana sejumlah wartawan di dalam video tersebut tengah mencecar pertanyaan terhadap pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Ciliman dan Cidurian (BBWSC3) terkait masih adanya persoalan sengketa lahan pada pembebasan lahan Waduk Karian. Terlihat, pada saat wawancara berlangsung, dua orang pihak BBWSC3 awalnya didampingi Asisten daerah (Asda) 1, Alkadri. Kemudian, ditengah sesi wawancara Bupati Iti datang menghampiri sesi wawancara.

“Udah-udah, wawancara yang bermaknanya aja, kan udh diberi kesempatan. Sekarang ini jangan terlalu banyak berkicau lah temen-teman ini. Jurnalis itu gunannya memfasilitasi keberlangsungan pembangunan ini,” ujar Iti yang saat itu bediri di belakang Asda 1 dan 2 orang dari pihak BBWSC3.

“Kan saya bilang, Jadi jurnalis juga harus mengadvokasi, bukan mencecar. Tanya aja progresnya seperti apa, kendalanya seperti apa? Nah kendala yang sedang dihadapi itu, temen-teman harus bisa memfasilitasi. Tapi tujuannya untuk kepentingan masyarakat. Ini proyek strategis nasional loh, jangan sampai masyarakat Lebak sendiri menghambat pembangunan itu, ” tutur Iti dalam video tersebut

Selanjutnya, Bupati Iti Octavia Jayabaya yang kerap membuat sensasi tersebut pun
meninggalkan kerumunan sesi wawancara. Dia juga meminta pihak BBWSC3 untuk segera pulang dan meninggalkan para jurnalis yang akan bertanya.

“Udah pak udah lanjut kerja, jangan banyak oceh. Udah pulang pak, pulang. Ini kuasa saya disini,” tutup Iti. (Ari/Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

SPMB Banten Bersih, Andra Soni: Sekolah Gratis Solusi Kuota Terbatas
CBA Minta Kejati Banten Selidiki Anggaran Seragam Dinas Kabupaten Tangerang Rp15,7 M
KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang
Slag B3 Dibuang Liar di Serang: BCW Endus Kongkalikong Korporasi dan Oknum
KPN Soroti Anggaran Hotel DPRD Kabupaten Tangerang Rp23 M: Antara Kuasa dan Kemiskinan
PT Kristalin Ekalestari Serahkan Rumah Baru ke Warga Nabire, Klaim Sudah Puluhan Unit
Jangan Cuma Jadi Penonton, Hotel Grand Keisha Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Hotel Bintang 4 di Rangkasbitung Resmi Beroperasi, Diharapkan Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:01 WIB

SPMB Banten Bersih, Andra Soni: Sekolah Gratis Solusi Kuota Terbatas

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:50 WIB

CBA Minta Kejati Banten Selidiki Anggaran Seragam Dinas Kabupaten Tangerang Rp15,7 M

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:36 WIB

KPN Soroti Anggaran Hotel DPRD Kabupaten Tangerang Rp23 M: Antara Kuasa dan Kemiskinan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:23 WIB

PT Kristalin Ekalestari Serahkan Rumah Baru ke Warga Nabire, Klaim Sudah Puluhan Unit

Berita Terbaru

Keterangan foto : Gedung KPK, Jumat (14/4/2023)

Hukum dan Kriminal

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB