MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Rektor UM Tapsel: Jangan Ragukan Rasa Kebangsaan Kami

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 9 Maret 2023 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Padang Sidempuan – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kampus Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel), Selasa (7/3). Empat pilar yang dimaksud yang gencar disosialisasikan oleh lembaga permusyawaratan negara tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Acara yang dilaksanakan di ruang seminar tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa dan dosen dan dihadiri langsung oleh Rektor UM Tapsel Muhammad Darwis, M.Pd. Sebagai narasumber adalah Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Dr. Ir. Ongku P. Hasibuan, M.M., dan sebagai narasumber kedua dari kalangan akademik yaitu dosen Fakultas Hukum Bandaharo Saifuddin, SH., MH.

Baca juga : Walikota Lihat Kondisi Aset Milik Pemkot Tanjung Balai

Dalam sambutannya Rektor UM Tapsel Muhammad Darwis mengatakan narasumber yang merupakan anggota MPR RI bukanlah orang baru, setidaknya bagi masyarakat Tapanuli Selatan dan Padangsidempuan. “Bapak Ongku ini bukanlah orang yang tiba-tiba datang, akan tetapi beliau yang dulunya pernah menjadi Bupati Tapanuli Selatan dikenal sebagai pelopor. Karena beliau dikenal sebelum orang lain berbuat, dia sudah lebih dulu berbuat, jadi selangkah didepan”, ucapnya.

Mengenai empat pilar yang menjadi tema acara, Darwis menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya selalu ditanamkan oleh persyarikatan Muhammadiyah dan juga amal usaha melalui pengajaran dan juga kegiatan lainnya. “Bagi Muhammadiyah dan juga UM Tapsel, empat pilar yang dimaksudkan sepertinya sudah mendarah daging, jangan diragukan lagi. Makanya nilai-nilai kebangsaan seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya pada setiap kegiatan, ataupun penelitian untuk kepentingan bangsa selalu dilakukan oleh UM Tapsel “, jelasnya.

Sementara Ongku P. Hasibuan dalam pemaparan materi sosialisasinya menjawab apa yang disampaikan oleh Darwis, bahwa hal tersebut tidak diragukan, namun penyampaian sosialisasi tetap harus dia lakukan karena hal tersebut merupakan tugas yang diamanahkan kepadanya.

Karena menurut Ongku, tidak semua masyarakat bisa memahami makna yang terkandung didalam empat pilar, terutama Pancasila. “Ada yang merasa paling pancasila tapi sikap yang ditunjukkan tidak sesuai dengan pancasila itu sendiri. Ada juga wacana untuk merubah Pancasila jadi Trisila kemudian menjadi Ekasila, semua itu harusnya tidak boleh terjadi jika kita memegang teguh UUD 1945 sebagai dasar negara kita”, paparnya.

Sedangkan pemaparan materi dari Bandaharo adalah mengenai keadilan, terutama dalam bidang hukum yang saat ini masih jauh dari kata adil. “Misalnya dijalan kita bawa kendaraan, gak pakek helm, ada polisi, ditangkap, diproses dan ternyata kita tidak bawa surat, akhirnya kendaraan kita ditahan. Tapi, tidaka jauh dari kita, dari kita, ada yang kasusnya sama, diperiksa tiba-tiba di lepas, karena perempuan lah, satu keluarga lah dan sebagainya, itu hanya contoh kecil”, ujarnya.

Untuk itu kata Bandaharo sebagai mahasiswa yang masih idealis, masih risih dengan ketidakbenaran harus mampu melawan ketidakadilan yang kita lihat di sekitar kita. “Misalnya ketika ditilang, ternyata polisi berlaku tidak adil, maka kita harus berani berontak, bukan saya mengajari melawan polisi, itupun harus dengan kemampuan dan keilmuan terutama tentang hukum”, tegasnya. (Hendro)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan
Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan
CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial
Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara
Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah
FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Sidang Perdana Gabriel Lumbantoruan Digelar, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:40 WIB

CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:59 WIB

FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan

Berita Terbaru