SIKAT, Kejati DKI Periksa Mantan Bos PT PGA Solution

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 6 Oktober 2022 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melalui tim jaksa penyidik hari ini memeriksa tujuh orang saksi. Mereka diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pembayaran pengadaan dan sewa alat pembuatan sumur Geothermal pada PT PGAS Solution (PGASol) tahun 2018.

”Iya benar. Pemeriksaan ke tujuh saksi adalah pendalaman dari pemeriksaan sebelumnya terkait kasus PT PGASol yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp31,7 miliar,” kata Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta, Ade Sofyansyah, Kamis (6/10).

Baca juga : Kejati DKI Turun Gunung Beri Penyuluhan Hukum di SMPN 182 Jakarta

Ade Sofyansah menambahkan dari ketujuh orang saksi yang diperiksa tim jaksa penyidik pidana khusus, empat diantaranya dari PT PGASol. Sedangkan tiga saksi lainnya, tutur dia, yaitu YK selaku Direktur Utama PT Taruna Aji Kharisma, DAS selaku Direktur Operasional PT Taruna Aji Kharisma dan AM selaku Direktur Utama PT Adhidaya Nusaprima Teknindo.

“Ke empatnya yaitu CD mantan Direktur Utama, YT mantan Direktur Teknik, TY mantan Direktur Keuangan dan RZ mantan Project Manager dan Construction,” ujarnya.

Adapun kasusnya berawal ketika PT PGASol anak perusahaan BUMN PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memperoleh pekerjaan pembelian dan sewa alat (blow out preventer) untuk kebutuhan pembuatan sumur geotermal di Sabang, Aceh, dari PT TAK.

Untuk melaksanakan pekerjaan, PT PGASol menerbitkan purchase order (order pembelian) kepada PT ANT dengan nilai pembelian alat sebesar Rp22 miliar lebih Sedangkan untuk pekerjaan sewa alat sebesar Rp9,702 miliar lebih sehingga total keseluruhan pekerjaan sebesar Rp31,7 miliar lebih.

Selanjutnya PT PGASol melakukan pembayaran kepada PT ANT sebesar Rp31,7 miliar lebih yang kemudian oleh PT ANT diserahkan kepada PT TAK. “Namun realisasinya PT ANT tidak pernah menyerahkan alat pembuatan sumur geotermal dan tidak pernah menyerahkan alat yang telah disewa kepada PT PGASol,” kata Ade.

Sementara PT PGASol, tuturnya, seolah-olah sudah menerima penyerahan alat pembuatan sumur geotermal dan sewa alat tersebut dari PT ANT dan dibuat berita acara serah terima barang atau fiktif. (Jum)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Polisi Periksa 10 Saksi, Puslabfor Turun Selidiki Asal Api
Pemuda Muslimin Indonesia Desak Pemkot Tangerang Tutup Hiburan Malam Liar di Bantaran Kali Batusari
Sidang Praperadilan Gabriel: Jawaban Polri Justru Kukuhkan Dugaan Cacat Prosedur
Sidang Praperadilan Kasus Gas Portable Digelar di PN Jakarta Utara ​
KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap
Tiga Remaja Putri di Bawah Umur Korban TPPO, Ditawari Kerja Malah Dianiaya dan Dirampas Barang Pribadi
Rotasi Besar Kejagung: Rinaldi Umar Pimpin Dirdik Jampidsus, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
Rotasi Pejabat Kejagung, Kidung Tirto Ingatkan Jaga Kepercayaan Jaksa Agung dan Presiden
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:29 WIB

Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Polisi Periksa 10 Saksi, Puslabfor Turun Selidiki Asal Api

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Pemuda Muslimin Indonesia Desak Pemkot Tangerang Tutup Hiburan Malam Liar di Bantaran Kali Batusari

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:31 WIB

Sidang Praperadilan Gabriel: Jawaban Polri Justru Kukuhkan Dugaan Cacat Prosedur

Senin, 27 Juli 2026 - 17:34 WIB

Sidang Praperadilan Kasus Gas Portable Digelar di PN Jakarta Utara ​

Senin, 27 Juli 2026 - 14:03 WIB

KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap

Berita Terbaru