Kasus Menggantung Lama, Polres Langkat dan Polda Sumut Diminta Transparan

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 29 Maret 2024 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Direktur Eksekutif Etos Institute, Iskandarsyah, Kamis (7/9/2023)

i

Keterangan foto : Direktur Eksekutif Etos Institute, Iskandarsyah, Kamis (7/9/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Setelah dua tahun pelaporan terhadap dugaan tindak pidana pengrusakan dan kemudian diduga terjadi juga tindak pidana pemalsuan dokumen, yang dilaporkan oleh Darwin Besita di Polres Langkat dan Polda Sumatera Utara. Proses tersebut hingga saat ini masih tidak diketahui kelanjutannya.

“Padahal, pasal yang dikenakan kepada para terlapor, Lazuardi Sembiring, seorang oknum Kepala Desa di desa Serapit dan oknum Kadus I desa Serapit, adalah pasal-pasal yang merupakan pasal pidana murni, yaitu pasal pengrusakan (pasal 406 KUH Pidana) dan pasal 263 jo 266 terkait pemalsuan dokumen. Menjadi tidak logis jika pihak Polres Langkat dan Polda Sumut tidak bisa segera memeriksa menetapkan para terlapor sebagai tersangka. Apalagi bukti2 pendukung sudah dihadirkan oleh pelapor”, ujar Direktur Eksekutif ETOS Institute, Iskandaryah, Jumat (29/3/2024)

Menurut Iskandar, kasus pidana umum yang sangat sederhana ini tidak lazim jika harus memakan waktu bertahun-tahun. Kata Iskandar, patut diduga, ada oknum kepolisian yang bermain sehingga proses pelaporan menjadi berlarut-larut.

“Dugaan itu selalu mungkin terjadi. Untuk itu kami meminta Kapolres Langkat dan Kapolda Sumut untuk segera memerintahkan agar proses pelaporan ini diselesaikan, ” ucap Iskandar.

“Jika tidak maka bisa saja pelapor kami arahkan untuk melapor ke Propam Mabes Polri dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Perkara ini dapat mengurangi kepercayaan publik kepada Polri Presisi”, tambah Iskandarsyah.

Apalagi, Darwin Besita sebagai pelapor sudah juga mengajukan gugatan pra peradilan di PN Stabat pada 7 Desember 2023 lalu.

“Jika pihak Kapolres dan Kapolda tak juga menanggapi persoalan ini, maka bisa saja kami mengusulkan agar keduanya dicopot karena dianggap tidak responsif”, tutup Iskandaryah. (Dede/Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pelimpahan Perkara Belum Dilakukan, Praperadilan Jadi Langkah Uji Due Process Perkara PT ARA
Kedatangan Teuku Rahmatsyah Sebagai Kajati Aceh Diringkai Tradisi Peusijuk Penuh Kekhusyukan
Nasir Djamil Tekankan Integritas dan Transparansi Peradilan di PN Banda Aceh
Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Polisi Periksa 10 Saksi, Puslabfor Turun Selidiki Asal Api
Pemuda Muslimin Indonesia Desak Pemkot Tangerang Tutup Hiburan Malam Liar di Bantaran Kali Batusari
Sidang Praperadilan Gabriel: Jawaban Polri Justru Kukuhkan Dugaan Cacat Prosedur
Sidang Praperadilan Kasus Gas Portable Digelar di PN Jakarta Utara ​
KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Pelimpahan Perkara Belum Dilakukan, Praperadilan Jadi Langkah Uji Due Process Perkara PT ARA

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Nasir Djamil Tekankan Integritas dan Transparansi Peradilan di PN Banda Aceh

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:29 WIB

Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Polisi Periksa 10 Saksi, Puslabfor Turun Selidiki Asal Api

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Pemuda Muslimin Indonesia Desak Pemkot Tangerang Tutup Hiburan Malam Liar di Bantaran Kali Batusari

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:31 WIB

Sidang Praperadilan Gabriel: Jawaban Polri Justru Kukuhkan Dugaan Cacat Prosedur

Berita Terbaru