Menjawab Tantangan WWF Terhadap Ekonomi dan Budaya Bali

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Bali menjadi tuan rumah terselenggaranya KTT World Water Forum ke 10 Tahun 2024, perheletan internasional ini akan di selenggarakan dari tanggal 18-24 Mei 2024.

World Water Forum sebagai ajang forum internasional sektor air yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dunia. Event ini diadakan oleh World Water Council (WWC) atau Dewan Air Dunia. Dengan kata lain, World Water Forum menjadi pertemuan internasional terbesar yang membahas tentang isu-isu air secara global. Khususnya membahas sekaligus merumuskan kebijakan tata kelola air dan sanitasi dunia.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Denpasar menyelenggarakan kegiatan diskusi publik dengan mengangkat tema “Dampal Esensial WWF Terhadap Ekonomi dan Budaya Bali”, dengan menghadirkan 2 narasumber, Efatha F.B Duarte selaku akademisi Unud, dan I Komang Kusumaedi sebagai perwakilan pemerintah yang berasal dari Kesbangpol Provinsi Bali.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh DPC GMNI Denpasar, HMI Denpasar, KMHDI Denpasar, & BEM Dwijendra sebagai penanggap diskusi dan undangan peserta diskusi lainnya yang berasal dari lintas orgasnisasi & komunitas yang ada di Bali berjumlah 60 orang peserta.

Pada kesempatan yang sama Ketua GMKI Denpasar Putra Umbu Sangera pada sambutannya menyampaikan bahwa sudah sepatutnya kita bisa memberikan masukan serta rekomendasi pada pemerintah Bali terhadap terselenggaranya KTT WWF 2024 bertempat di Bali, karena di rasa penting untuk kemudian memikirkan dampak jangka panjang mulai dari UKM-UKM yang terlibat hingga pertahanan kebudayaan Bali “subak” melalui perhelatan internasional ini. Ucap Putra Umbu.

Salah satu peserta diskusi juga Ngurah Arya Gangga yang merupakan Founder Praga Institute dan tokoh pemuda Bali menyampaikan bahwa kegiatan diskusi ini sangat penting, karena generasi muda sudah sepatutnya terlibat secara aktif terhadap KTT WWF ini agar dapat memberikan kontrobusi pemikiran terhadap Bali. Ucap Arya Gangga.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pelimpahan Perkara Belum Dilakukan, Praperadilan Jadi Langkah Uji Due Process Perkara PT ARA
Kedatangan Teuku Rahmatsyah Sebagai Kajati Aceh Diringkai Tradisi Peusijuk Penuh Kekhusyukan
Nasir Djamil Tekankan Integritas dan Transparansi Peradilan di PN Banda Aceh
Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Polisi Periksa 10 Saksi, Puslabfor Turun Selidiki Asal Api
Pemuda Muslimin Indonesia Desak Pemkot Tangerang Tutup Hiburan Malam Liar di Bantaran Kali Batusari
Sidang Praperadilan Gabriel: Jawaban Polri Justru Kukuhkan Dugaan Cacat Prosedur
Sidang Praperadilan Kasus Gas Portable Digelar di PN Jakarta Utara ​
KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Pelimpahan Perkara Belum Dilakukan, Praperadilan Jadi Langkah Uji Due Process Perkara PT ARA

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Nasir Djamil Tekankan Integritas dan Transparansi Peradilan di PN Banda Aceh

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:29 WIB

Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Polisi Periksa 10 Saksi, Puslabfor Turun Selidiki Asal Api

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Pemuda Muslimin Indonesia Desak Pemkot Tangerang Tutup Hiburan Malam Liar di Bantaran Kali Batusari

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:31 WIB

Sidang Praperadilan Gabriel: Jawaban Polri Justru Kukuhkan Dugaan Cacat Prosedur

Berita Terbaru