Waduuch, Bantuan Kinerja dan Bantuan Afirmasi Tahun 2022 Diduga Syarat KKN

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 13 November 2022 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Banten, – Menurut aktifis Banten, Arif Wahyudin yang akrab disapa Ekek mengkritisi soal realisasi program Bantuan Kinerja dan Bantuan Afirmasi (BKBA) tahun 2022, yang diduga syarat Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN).

Ekek mengatakan, bantuan BKBA yang di gelontarkan pusat melalui Kanwil Kemenag Banten ke masing-masing Kemenag Kabupaten/Kota. Salahsatunya Kantor Kemenag Kabupaten Lebak yang diduga terindikasi adanya KKN. Bahkan, sumber tersebut menduga program tersebut cenderung dijadikan ajang bancakan sejumlah oknum.

“Pelaksanaan pengajuan program BKBA tidak transparan. Bahkan, cenderung di monopoli orang-orang tertentu, karena program itu yang mendapatkan orang-orang terdekat saja alias kolusi,” ujar Ekek, dalam pres rillis yang diterima media ini. Jum’at (11/11/2022).

Selain itu, dana BKBA tersebut juga diduga kuat di kendalikan oleh oknum pejabat dilingkungan Kanwil Kemenag Banten. Karenanya, ia menuntut agar Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut dugaan KKN dalam program tersebut.

Perlu diketahui, sebanyak 64 Madrasah di Kabupaten Lebak mendapatkan program Bantuan Kinerja dan Bantuan Afirmasi (BKBA) tahun 2022.

63 Madrasah mendapatkan bantuan Afirmasi dengan masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp. 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah), dan 1 Madrasah mendapatkan bantuan Kinerja dengan bantuan sebesar Rp.100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Jadi total bantuan sebesar Rp. 9.550.000.000,00,- (Sembilan Milyar Lima Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Lebak, Badrusalam ketika di konfirmasi terkait program BKBA Kabupaten Lebak tahun 2022 yang diduga tidak sesuai Juknis mengatakan “silahkan Kang ke Kasi Penma Pak Ucok”.

Sampai berita ini tayang Kasi Penma Kemenag Lebak belum bisa di konfirmasi. (DD/DS)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Skandal PLN Buku 2024–2025 Dilaporkan, MataHukum Desak Kejagung Periksa Direksi
BNN Petakan Enam Kampung Rawan Narkoba di Bangka Belitung
Modus Haji Khusus VIP Terbongkar, Polda Banten Ringkus Dua Tersangka
Polsek Rajeg Ungkap Kasus Pemerasan Bermodus Mengaku Polisi dan Wartawan
CBA Minta Kejati DKI Selidiki Pengadaan Mobil Derek Rp62,8 Miliar
Kasus Penyekapan di Bandung, Rano Alfath: Negara Harus Berpihak pada Korban
Disebut Jadi Penghubung Pengusaha dan Pejabat, CBA Minta KPK Periksa Nyoman Adhi
Kasus Dugaan Penipuan Cek Kosong Rp1 Miliar Dilimpahkan ke Kejari Sorong, Tersangka Ajukan Restorative Justice
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:44 WIB

Skandal PLN Buku 2024–2025 Dilaporkan, MataHukum Desak Kejagung Periksa Direksi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:02 WIB

BNN Petakan Enam Kampung Rawan Narkoba di Bangka Belitung

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:53 WIB

Modus Haji Khusus VIP Terbongkar, Polda Banten Ringkus Dua Tersangka

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:03 WIB

Polsek Rajeg Ungkap Kasus Pemerasan Bermodus Mengaku Polisi dan Wartawan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:35 WIB

CBA Minta Kejati DKI Selidiki Pengadaan Mobil Derek Rp62,8 Miliar

Berita Terbaru

Ilustrasi Gambar

Daerah

Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Sindang Jaya

Minggu, 28 Jun 2026 - 00:23 WIB