Pengamat Politik Desak Pecat Pejabat BPJPH Pelaku Dugaan Penganiayaan Istri

Pengamat Politik Desak Pecat Pejabat BPJPH Pelaku Dugaan Penganiayaan Istri
Pengamat politik Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie.
Ikuti kami di Google News

Jakarta | Pengamat politik Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, meminta pejabat tinggi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berinisial MAI segera dipecat karena diduga melakukan penganiayaan terhadap istrinya, Yuli.

Harus dipecat. Itu tindakan kriminal, tidak boleh ada aksi kriminalisme di lingkungan pemerintah,” tegas Jerry, Selasa (7/10).

Peristiwa ini terjadi seusai upacara HUT RI di kantor pusat BPJPH, Jakarta Timur, 17 Agustus 2025. Berdasarkan kesaksian sejumlah pihak, insiden bermula dari komentar istrinya soal kedekatan MAI dengan seorang pegawai perempuan berinisial FS. MAI diduga langsung memukul istrinya sambil melontarkan kata-kata kasar.

Bacaan Lainnya

Kejadian itu disaksikan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan terekam kamera CCTV.

Komunitas Perempuan dan Peradaban (KP2) mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak agar MAI diberhentikan dengan tidak hormat.

“BPJPH tidak pantas dihuni apalagi dipimpin oleh pejabat bermental jahat. Demi menjaga marwah institusi, pejabat pelaku kekerasan harus diberhentikan dengan tidak hormat,” tegas KP2 dalam pernyataan resmi.

Tindakan MAI berpotensi menjerat pasal KUHP tentang penganiayaan, UU ASN, hingga UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Korban juga berhak mendapat perlindungan sesuai UU Perlindungan Saksi dan Korban.

Kasus ini memicu keprihatinan publik karena terjadi di institusi yang menjadi sorotan internasional. KP2 menyatakan akan mengawal proses hukum dan mendesak Kepala BPJPH  bertindak cepat.

Pos terkait