Sari Yuliati Kutuk Keras, Minta Polri Tuntaskan Kasus Pembunuhan Lansia Pekanbaru

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, Jumat (1/5/2026)

i

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, Jumat (1/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, menyampaikan duka cita mendalam dan kecaman keras atas tewasnya seorang lansia berinisial J (60 tahun) akibat perampokan dan kekerasan yang terjadi di kediamannya, Jalan Tani, Pekanbaru, Riau, pada Selasa (29/4) lalu.

Peristiwa naas ini terekam jelas oleh kamera CCTV yang memperlihatkan keterlibatan empat orang pelaku. Tindakan biadab yang menimpa orang tua tersebut dinilai sangat tidak manusiawi dan harus mendapat ganjaran setimpal.

“Melakukan tindak kekerasan terhadap lansia adalah tindakan yang tidak manusiawi dan harus ditindak tegas tanpa kompromi,” ujar Sari Yuliati dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (1/5).

Desakan Keras ke Polri: Bukti Sudah Jelas, Segera Tangkap!

Sari Yuliati menegaskan dukungan penuhnya kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk segera memecahkan kasus ini. Ia mendesak jajaran Polresta Pekanbaru dan Polda Riau untuk bekerja maksimal.

“Saya meminta pihak kepolisian untuk bekerja sigap dalam melakukan penyelidikan. Bukti visual dari CCTV sudah sangat jelas. Saya mendesak agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku agar keadilan bagi korban dan keluarga dapat terpenuhi,” tegasnya.

Politisi ini menekankan bahwa kejahatan yang menyasar kelompok rentan seperti lansia tidak boleh dibiarkan dan harus diselesaikan secepat mungkin demi memberikan rasa keadilan dan rasa aman bagi masyarakat luas.

Imbauan dan Pengawalan Ketat

Lebih jauh, Sari Yuliati mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif melaporkan segala hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Ia juga mendorong aparat meningkatkan intensitas patroli agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Sebagai mitra kerja Polri di Komisi III, saya akan terus memantau dan mengawal perkembangan kasus ini. Kami pastikan proses hukum berjalan transparan hingga pelaku menerima ganjaran yang setimpal atas perbuatannya,” tutupnya dengan tegas.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Mahkamah Agung Tolak PK, Rossina Boekorsyom Resmi Pemilik Sah Lahan Sengketa di Sorong
Kasus Korupsi Seragam DPRPBD Rugikan Negara Rp715 Juta, Enam Tersangka Diserahkan ke Jaksa
Marwan Jafar: Tangkap dan Proses Hukum Pelaku Predator Seksual di Pesantren Ndholo Kusumo, Pati
Estimasi Rp45 Miliar Biaya May Day, BaraNusa: Jelaskan Sumber Dananya
Aroma Amis Pengadaan, Mahasiswa Siap Lapor Kejaksaan dan Demo BGN
Bantuan Rp20 Juta Per Unit, Sari Yuliati: BSPS Wujud Kepedulian Negara
Drama di Langkat Sri Rahayu Kecelakaan: BPJS Masih Proses, BGN Turun Tangan
CBA Desak Kejati DKI Tetapkan Tersangka, Kasus PLN Suralaya Rp219 Miliar
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 15:13 WIB

Mahkamah Agung Tolak PK, Rossina Boekorsyom Resmi Pemilik Sah Lahan Sengketa di Sorong

Senin, 4 Mei 2026 - 10:53 WIB

Kasus Korupsi Seragam DPRPBD Rugikan Negara Rp715 Juta, Enam Tersangka Diserahkan ke Jaksa

Senin, 4 Mei 2026 - 08:30 WIB

Marwan Jafar: Tangkap dan Proses Hukum Pelaku Predator Seksual di Pesantren Ndholo Kusumo, Pati

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:18 WIB

Estimasi Rp45 Miliar Biaya May Day, BaraNusa: Jelaskan Sumber Dananya

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:55 WIB

Aroma Amis Pengadaan, Mahasiswa Siap Lapor Kejaksaan dan Demo BGN

Berita Terbaru

Opini

Putusan Inkrah Diabaikan, Negara Di Mana?

Senin, 4 Mei 2026 - 14:54 WIB