Kejari Sorong Tahan 6 Tersangka Korupsi Pengadaan Pakaian Dinas DPR Papua Barat Daya

Avatar photo

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Kota Sorong – Kejaksaan Negeri Sorong resmi melakukan penahanan terhadap enam tersangka kasus dugaan korupsi penyediaan pakaian dinas dan atribut DPR Papua Barat Daya, Senin sore (4/5/2026).

Enam tersangka yang ditahan masing-masing berinisial JN, JCN, IWK, DJ, JU dan ES. Keenam tersangka dititipkan di Rutan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sorong untuk 20 hari kedepan.

Pelaksana harian Kajari Sorong Alfis Adrian Sombu mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penahanan terhadap enam tersangka kasus dugaan korupsi penyediaan dinas DPR Papua Barat Daya tahun anggaran 2024.

Alfis menyebut bahwa akibat perbuatan enam tersangka tersebut negara mengalami kerugian senilai Rp 715 juta.

“Setelah menerima tersangka dan barang bukti, selanjutnya akan kami lakukan penahanan, dan berkas perkara segera kami siapkan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Manokwari,” kata Alfis.

Ia menambahkan, kasus ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan pakaian dinas dan atribut DPRD pada Sekretariat Dewan Provinsi Papua Barat Daya.

Lebih lanjut Alfis mengatakan, berdasarkan hasil audit BPK RI melalui Laporan Nomor: 57/SR/LHP/DJPI/PKN.01/12/2025 tanggal 9 Desember 2025. Kegiatan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 715.477.273.

Alfis membeberkan, dalam konstruksi perkara, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Tersangka DJ diduga meminjam perusahaan CV Putra Wifa untuk digunakan sebagai pelaksana kegiatan. Tersangka ES berperan dalam pembuatan kontrak, sementara IWK sebagai Direktur CV Putra Wifa bertindak sebagai penyedia kegiatan.

Selanjutnya, tersangka JU dari pihak swasta berperan sebagai pelaksana pekerjaan. Kemudian tersangka JN selaku Sekwan Provinsi Papua Barat Daya bertindak sebagai KPA sekaligus PPK. Adapun tersangka JCSN selaku Kasubbag Umum pada Sekretariat DPR Provinsi Papua Barat Daya bertugas sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Alfis menyebut, perbuatan para tersangka diduga terjadi sekitar bulan Oktober 2024 di lingkungan kantor Sekretariat DPR Provinsi Papua Barat Daya yang berlokasi di Jalan Pendidikan Km 8, Klabalu, Malaimsimsa, Kota Sorong.

“Para tersangka diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan kegiatan tersebut, sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara.l,” ujarnya.

Alfis mengaku, penanganan kasus dugaan korupsi ini mengacu pada ketentuan Pasal 5 juncto Pasal 35 ayat (1), (2), dan (4) UU RI Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

“Perkara ini akan disidangkan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Manokwari yang memiliki kewenangan hukum atas perkara dimaksud,” kata mantan Kasi Intel Kejari Bintuni ini.

Penulis : Jun

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pelimpahan Perkara Belum Dilakukan, Praperadilan Jadi Langkah Uji Due Process Perkara PT ARA
Kedatangan Teuku Rahmatsyah Sebagai Kajati Aceh Diringkai Tradisi Peusijuk Penuh Kekhusyukan
Nasir Djamil Tekankan Integritas dan Transparansi Peradilan di PN Banda Aceh
Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Polisi Periksa 10 Saksi, Puslabfor Turun Selidiki Asal Api
Pemuda Muslimin Indonesia Desak Pemkot Tangerang Tutup Hiburan Malam Liar di Bantaran Kali Batusari
Sidang Praperadilan Gabriel: Jawaban Polri Justru Kukuhkan Dugaan Cacat Prosedur
Sidang Praperadilan Kasus Gas Portable Digelar di PN Jakarta Utara ​
KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Pelimpahan Perkara Belum Dilakukan, Praperadilan Jadi Langkah Uji Due Process Perkara PT ARA

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Nasir Djamil Tekankan Integritas dan Transparansi Peradilan di PN Banda Aceh

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:29 WIB

Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Polisi Periksa 10 Saksi, Puslabfor Turun Selidiki Asal Api

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Pemuda Muslimin Indonesia Desak Pemkot Tangerang Tutup Hiburan Malam Liar di Bantaran Kali Batusari

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:31 WIB

Sidang Praperadilan Gabriel: Jawaban Polri Justru Kukuhkan Dugaan Cacat Prosedur

Berita Terbaru