100 Hari Kerja Kabinet Prabowo-Gibran : Jerry Massie Soroti Sektor Ekonomi Indonesia

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 16 Januari 2025 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Kebijakan Publik sekaligus Direktur Political and Puiblic Policy Studies (P3S) Jerry Massie, Kamis (16/1/2025)

i

Pakar Kebijakan Publik sekaligus Direktur Political and Puiblic Policy Studies (P3S) Jerry Massie, Kamis (16/1/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Pakar Kebijakan Publik sekaligus Direktur Political and Puiblic Policy Studies (P3S) Jerry Massie meminta agar Prabowo objektif menilai kinerja kabinetnya. Dan menurutnya perlu ada yang di reshesuffle para menteri yang kinerja tak sesuai harapan presiden dan hanya bikin gaduh.

“Saya sarankan menteri-menteri yamg kinerjanya buruk perlu direshuffle lantaran akan menggangu roda pemerintahan. Apalagi menteri yang omdo dan no action talk only (NATO) perlu dirumahkan,” kata Jerry.

Disatu sisi, Jerry bingung dengan kinerja Manteri Keuangan yang miskin ide dan gagasan terkait pengembangan ekonomi Indonesia. Sampai kini, cara berpikirnya hanya mentok bagaimana cara pajaki rakyat dan ngutang ke IMF atau World Bank. Tak ada ide kreatif.

Sebetulnya, untuk menambah devisa dan menambal devisa negara pajaki saja perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor tambang. .

Belajarlah rumus dan pola mendiang Presiden ke-2 yakni HM Soeharto, dimana 80 persen pajak di sektor ESDM atau natural resources dan 20 persen PPN dari PBB, bea materai dan PPNBM.

Selanjutnya, kata peneliti kebijakan publik dari Amerika ini nenyebut dengan gendutnya kabinet ini juga menjadi persoalannya. Pasalnya api para menterinya tak ada hasil tak perlu dipertahankan.

Sejauh ini dia melihat menteri yang ratingnya dan kinerja baik hanya dihitung dengan jari. Ada pula menteri yang konsepnya hanya mau tambah anggaran bukan menambal anggaran negara adapula yang hanya jadi penjilat.

Untuk tim ekonomi Prbabowo-Gibran tak punya grand strategy dan grand design bagaimana mencari solution and the way out agar ekonomi kita tumbuh 8 persen seperti harapan dan cita-cita presiden Prabowo.

Kita menurut Jerry, sejauh ini kalah sama Vietnam dan Malaysia. Yang mana Vietnam tumbuh 7,09 persen bahkan kita juga kalah sama Filipina yang menorehkan 6,3 persen pertumbuhan ekonominya tahun 2024.

Sedangkan kita mentok di 5,1 persen, bahkan sejumlah ekonom menperkirakan pertumbuhan ekonomi kita tahun ini akan mentok di kisaran 5 persen.

Bukan itu saja, nilai tukar rupiah pun terus terpuruk bahkan masuk kategori terburuk nomor 5 di dunia. Sejauh ini nilai tukar rupiah ke dollar masih di Rp16.400 ini cukup tinggi.

“Coba optimalkan pajak kendaraan di indonesia serta aktifkan kembalui e-ticket dan e-tilang bagi kendaraan, saya kira negara akan untung besar. Contohnya jumlah kendaraan beroda dua atau motor 125,3 juta buah. Kalau itu dikalikan Ep300 ribu saja pajaknya, maka pertahun negara akan menerima Rp37,5 triliun pertahun. Belum lagi kendaraan beroda empat (bis) berjumlah 243.450 dan mobil barang 5.544.173 berapa saja pajaknya,: kata Jerry.

Di luar Sektoe Ekonomi

“Saya melihat Menteri paling visioner, tegas, berani dan bersih bahkan kebijakannya yang pro rakyat yakni, Menteri Ristek Satrya Brojonegoro, Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang berani mencopot anak buahnya yang koruptor dan juga Menteri KKP Wahyu Trenggono,” kata Jerry.

Tak salah Prabowo menempatkan keduanya di kabinetnya. Bahkan? Kementerian KKP sukses mengejar, menangkap dan menahan kapal asing pencurii ikan di perairan Indonesia.

“Saya kira prestasi kedua harus tetap dipertahankan,” ujarnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Deteksi Dini Penyakit, Lapas Bekasi Pastikan Hak Kesehatan Warga Binaan Terpenuhi Layak
6 mahasiswa sudah DO, KJMU Digantung, SIGAP Desak Gubernur Bertindak
 Desil Setan Ancam Putus Kuliah: Ratusan Anak Buruh Jakarta Kehilangan Beasiswa KJMU
Usai Evakuasi 8 Pendaki Wanita, KOPAJA Soroti Persiapan Pendakian
Pentingnya Teknologi bagi Para Kader Bela Negara
Pemkot Tangerang Masuk Daftar Khusus KPK, Ada Apa?
Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 06:37 WIB

Deteksi Dini Penyakit, Lapas Bekasi Pastikan Hak Kesehatan Warga Binaan Terpenuhi Layak

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:40 WIB

6 mahasiswa sudah DO, KJMU Digantung, SIGAP Desak Gubernur Bertindak

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:16 WIB

 Desil Setan Ancam Putus Kuliah: Ratusan Anak Buruh Jakarta Kehilangan Beasiswa KJMU

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:54 WIB

Usai Evakuasi 8 Pendaki Wanita, KOPAJA Soroti Persiapan Pendakian

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:09 WIB

Pentingnya Teknologi bagi Para Kader Bela Negara

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB