Tangerang – Fakultas Teknik dan Information Technology Swiss German University (SGU) menyelenggarakan Seminar Kepramukaan bertema teknologi pada Sabtu, 4 Juli 2026, di Gedung Kampus SGU, Alam Sutera, Tangerang, Banten. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Kak Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., ACPE, APEC Eng., selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin SGU, serta Kak Dr. Yunita Umniyati, S.Si., M.Sc., selaku Ketua Program Studi Information Technology SGU, 5 Juli 2026
Keunikan seminar ini terletak pada seluruh narasumber, panitia, dan peserta yang merupakan anggota Gerakan Pramuka. Seluruh peserta hadir mengenakan seragam dan atribut Pramuka secara lengkap, menciptakan suasana yang khas sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di antara anggota Pramuka dari berbagai wilayah Jabodetabek.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan kegiatan kepramukaan yang berorientasi pada penguasaan teknologi, khususnya di bidang teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Selain sesi seminar, peserta juga mengikuti workshop pembuatan model kendaraan roda tiga yang dikendalikan menggunakan teknologi AI. Workshop tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan bagi para peserta. Meski demikian, seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan dengan baik dan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut dua anggota organisasi masyarakat Pemuda Pemudi Bela Negara (PPBN), yakni Kak Ario dan Kak Tyo. Kak Ario merupakan alumni Pramuka Saka Bahari, sedangkan Kak Tyo merupakan instruktur Saka Wira Kartika.
Menurut Kak Ario, kegiatan bertema teknologi seperti ini perlu lebih sering diselenggarakan. Ia menilai bahwa kegiatan kepramukaan di Indonesia saat ini masih didominasi aktivitas dasar, seperti berkemah, tali-temali, dan api unggun.
Sementara itu, di sejumlah negara lain, kegiatan kepramukaan telah berkembang hingga menyentuh bidang teknologi, khususnya teknologi informasi. Karena itu, menurutnya, Gerakan Pramuka Indonesia tidak boleh tertinggal dalam mengikuti perkembangan zaman.
Pandangan senada disampaikan Kak Tyo. Ia menilai Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap teknologi dari negara lain. Padahal, Gerakan Pramuka mengajarkan nilai-nilai kemandirian, keberanian, disiplin, dan ketekunan.
Oleh sebab itu, anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi pelopor dalam pengembangan teknologi nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing.
Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia atas terselenggaranya seminar dan workshop tersebut.
Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan diperluas hingga tingkat nasional, sehingga semakin banyak anggota Pramuka yang memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan teknologi sebagai bagian dari penguatan karakter serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.












