Jakarta – Peristiwa evakuasi delapan pendaki wanita yang mengalami kelelahan saat turun dari Gunung Gede pada 17 Juli 2026 menjadi perhatian banyak pihak. Dari video yang beredar, terlihat petugas dan relawan harus membantu bahkan menggendong beberapa pendaki karena keterbatasan peralatan dibandingkan dengan jumlah korban yang dievakuasi.
Berdasarkan informasi yang beredar, para pendaki melakukan pendakian tanpa didampingi pemandu berpengalaman serta dengan bekal logistik dan pengetahuan yang minim. Padahal, Gunung Gede yang memiliki ketinggian 2.958 mdpl membutuhkan persiapan fisik, perlengkapan, dan pengetahuan yang memadai. Terlebih, mereka melakukan pendakian tektok atau tanpa bermalam.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius Komunitas Pecinta Alam Jakarta (KOPAJA). Organisasi yang bermarkas di Manggarai dan Kebayoran Lama tersebut mengingatkan bahwa mendaki gunung merupakan kegiatan positif dan bentuk kecintaan terhadap alam, namun keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.
Ketua KOPAJA, Aprizal Kusrianto, mengatakan jangan sampai keinginan membuat konten media sosial membuat seseorang mengabaikan keselamatan diri.
“Gunung itu memang indah, tapi akan lebih indah jika kita mengutamakan keselamatan jiwa, karena masih banyak keindahan gunung lain yang bisa kita nikmati,” ujar Aprizal saat diwawancarai pada 20 Juli 2026.
Menurutnya, mendaki gunung bukan sekadar naik, berfoto, lalu turun. Kegiatan tersebut membutuhkan persiapan yang matang karena menyangkut keselamatan jiwa. Jika tujuan utama hanya untuk berfoto atau membuat konten, sebaiknya memilih tempat wisata yang lebih aman.
Aprizal juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Setiap pendaki harus membawa kembali seluruh sampah yang dihasilkan dan tidak meninggalkannya di kawasan gunung.
Selain itu, pemuda yang aktif memimpin remaja masjid di lingkungannya dan menjadi pengajar tersebut menekankan agar seluruh pendaki mematuhi prosedur yang telah ditetapkan oleh pengelola dan petugas.
“Kita harus menghormati dan menjalankan seluruh aturan yang berlaku bagi para pendaki, karena semua itu dibuat untuk keselamatan dan kenyamanan bersama,” tutup Aprizal, sembari menceritakan pengalamannya saat mendaki Gunung Gede.












