LAK DKI Jakarta Puji Menteri PKP Berhasil Mediasi Konsumen Apartemen Meikarta

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 30 Maret 2025 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Direktur Eksekutif LAK DKI Jakarta Zentoni, Minggu (30/3/2025)

i

Keterangan foto : Direktur Eksekutif LAK DKI Jakarta Zentoni, Minggu (30/3/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – LAK DKI Jakarta selaku kuasa hukum dari Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen Meikarta (PKPKM) mengapresiasi langkah dari Menteri PKP Maruarar Sirait yang telah berhasil memediasi antara konsumen Apartemen Meikarta dengan pengembang Lippo Group. Mediasi tersebut dilakukan di kantor Kementerian PKP pada hari Kamis, tanggal 27 Maret 2025.

“Mediasi tersebut menargetkan dalam jangka waktu 4 (empat) bulan atau maksimal bulan Agustus 2025. Permasalahan konsumen Apartemen Meikarta harus selesai tuntas dengan 2 (dua) opsi yaitu pertama pengembalian seluruh uang yang telah disetor atau kedua mendapatkan unit apartemen sesuai perjanjian awal,” kata Direktur Eksekutif LAK DKI Jakarta Zentoni, Minggu (30/3/2025)

Zentoni menerangkan permasalahan antara konsumen Apartemen Meikarta ini bermula dari sejak disahkannya putusan perdamaian atau homologasi dalam perkara Nomor: 328/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Naga.Jkt.Pst tanggal 18 Desember 2020 PT. Mahkota Sentosa Utama. Perusahaan tersebut selaku pengembang Aperetemen Meikarta tidak kunjung melaksanakan isi putusan perdamaian tersebut.

LAK DKI Jakarta akan selalu memantau pelaksanaan atau realisasi dari kesepakatan perdamaian yang difasilitasi oleh Menteri PKP Maruarar Sirauit ini sampai dilaksanakan tuntas oleh Lippo Group.

“Apabila tidak tuntas maka LAK DKI Jakarta akan mengajukan permohonan pembatalan perdamaian perkara Nomor: 328/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Naga.Jkt.Pst tanggal 18 Desember 2020 ke Pengadilan NIaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” tutup Zentoni.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Deteksi Dini Penyakit, Lapas Bekasi Pastikan Hak Kesehatan Warga Binaan Terpenuhi Layak
6 mahasiswa sudah DO, KJMU Digantung, SIGAP Desak Gubernur Bertindak
 Desil Setan Ancam Putus Kuliah: Ratusan Anak Buruh Jakarta Kehilangan Beasiswa KJMU
Usai Evakuasi 8 Pendaki Wanita, KOPAJA Soroti Persiapan Pendakian
Pentingnya Teknologi bagi Para Kader Bela Negara
Pemkot Tangerang Masuk Daftar Khusus KPK, Ada Apa?
Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 06:37 WIB

Deteksi Dini Penyakit, Lapas Bekasi Pastikan Hak Kesehatan Warga Binaan Terpenuhi Layak

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:40 WIB

6 mahasiswa sudah DO, KJMU Digantung, SIGAP Desak Gubernur Bertindak

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:16 WIB

 Desil Setan Ancam Putus Kuliah: Ratusan Anak Buruh Jakarta Kehilangan Beasiswa KJMU

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:54 WIB

Usai Evakuasi 8 Pendaki Wanita, KOPAJA Soroti Persiapan Pendakian

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:09 WIB

Pentingnya Teknologi bagi Para Kader Bela Negara

Berita Terbaru