Politisi Pengangguran Jadi Ketua Dewas PAM Jaya, CBA: Balas Jasa atau Penyelamatan Karier?

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politisi PDIP yang diangkat jadi Dewas PAM Jaya

i

Politisi PDIP yang diangkat jadi Dewas PAM Jaya

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kordinator CBA (Center For Budget Analisis), Jajang Nurjaman melontarkan kritik tajam terhadap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terkait pengangkatan Prasetyo Edi Marsudi sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum (PAM) Jaya.

‎Menurut Jajang Nurjaman, pengangkatan mantan Ketua DPRD DKI Jakarta itu terkesan janggal dan menimbulkan pertanyaan publik. Ia menyinggung dugaan kasus korupsi Bansos DKI tahun 2020 senilai Rp2,85 triliun di Perumda Pasar Jaya yang disebut-sebut juga melibatkan Direktur Arief Nasrudin. Dalam konteks tersebut, Jajang menyebut Prasetyo Edi tak berani bersuara.

‎“Lucu ini pengangkatan Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta jadi Dewas. Padahal ada dugaan korupsi Bansos 2020 sebesar Rp2,85 Triliun, dan Prasetyo Edi Marsudi tidak bisa omon-omon, malah ketakutan,” ujar Jajang Nurjaman, Selasa (5/8).

‎Jajang juga menyindir bahwa pengangkatan tersebut bisa jadi hanya upaya menyelamatkan Prasetyo dari status sebagai “politisi pengangguran” setelah gagal dalam pencalegan.

‎“Apakah ini untuk menyelamatkan Prasetyo Edi Marsudi dari pengangguran politik, atau bentuk politik balas jasa dari Pramono Anung ke beliau?” sindir ‎Jajang

‎Ia menilai, publik tidak lupa bahwa Prasetyo Edi gagal meraih kursi legislatif dalam Pemilu lalu, sehingga muncul persepsi bahwa jabatan di Dewas PAM Jaya ini hanya sebagai pelarian.

‎Meski begitu, Jajang mengapresiasi komitmen Prasetyo yang menyatakan akan menjaga sumber daya air dan mengampanyekan kesadaran lingkungan. Namun, ia tetap skeptis terhadap janji-janji politisi.

‎“Yang namanya politisi sekelas Prasetyo Edi pasti bagus dong berkomitmen. Janji juga pasti lebih bagus. Tapi politisi biasa hanya bisa berkomitmen dan berjanji doang. Realisasi ditunggu sampai hari kiamat pun tidak akan ditepati,” tegas Jajang

‎Pengangkatan politisi ke jabatan strategis BUMD kembali menjadi sorotan. Publik kini menunggu, apakah Prasetyo hanya akan menjadi pengisi kursi atau mampu memberikan perubahan nyata.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Deteksi Dini Penyakit, Lapas Bekasi Pastikan Hak Kesehatan Warga Binaan Terpenuhi Layak
6 mahasiswa sudah DO, KJMU Digantung, SIGAP Desak Gubernur Bertindak
 Desil Setan Ancam Putus Kuliah: Ratusan Anak Buruh Jakarta Kehilangan Beasiswa KJMU
Usai Evakuasi 8 Pendaki Wanita, KOPAJA Soroti Persiapan Pendakian
Pentingnya Teknologi bagi Para Kader Bela Negara
Pemkot Tangerang Masuk Daftar Khusus KPK, Ada Apa?
Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 06:37 WIB

Deteksi Dini Penyakit, Lapas Bekasi Pastikan Hak Kesehatan Warga Binaan Terpenuhi Layak

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:40 WIB

6 mahasiswa sudah DO, KJMU Digantung, SIGAP Desak Gubernur Bertindak

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:16 WIB

 Desil Setan Ancam Putus Kuliah: Ratusan Anak Buruh Jakarta Kehilangan Beasiswa KJMU

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:54 WIB

Usai Evakuasi 8 Pendaki Wanita, KOPAJA Soroti Persiapan Pendakian

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:09 WIB

Pentingnya Teknologi bagi Para Kader Bela Negara

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB