Harapan Gibran Fans Debat Capres 2024: Saling Adu Gagasan, Bukan Serang Personal 

Teras Media

- Penulis

Kamis, 14 Desember 2023 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Herli Surbi Gibran Fans Banten 14 Desember 2023.

i

Keterangan Foto: Herli Surbi Gibran Fans Banten 14 Desember 2023.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) dilaksanakan sebanyak lima kali. Debat perdana berlangsung pada Selasa (12/12/2023) malam lalu , dimulai pukul 19.00 WIB.

Tema yang diangkat dalam debat perdana capres 2024 adalah pemerintahan, hukum, hak asasi manusia, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.

Generasi Z atau anak-anak muda yang lahir antara 1996-2012 berharap, debat capres 2024 menjadi ajang saling adu gagasan, bukan gimik. Harapan ini disampaikan karena mereka merupakan pemilih potensial di dalam perhelatan pemilu 2024.

Gibran Fans Provinsi Banten , Herli Surbi menegaskan bahwa debat capres maupun cawapres harus berfokus pada esensi program, solusi nyata, dan visi jangka panjang, bukan sekadar gimik atau retorika.
Seharusnya dalam perdebatan tidak boleh menyerang personal sepantasnya dengan memaparkan program terbaik pasangan calon.

“Kemudian dapat menjabarkan gagasan, jadi alur dari debat tersebut mengedepankan gagasan, perang gagasan, bukan gimik. Jadi yang lebih ditonjolkan menjabarkan visi-misi dan juga program dari tema debat,” ungkap Herli , Kamis (14/12/2023).

Hal senada juga diungkapkan Nani Maulana Gibran Fans Pandeglang . Ia berharap dari debat capres bisa melihat dan menilai setiap gagasan dari masing-masing pasangan capres-cawapres.

“Semoga capres-cawapres mampu memaparkan gagasannya secara detail sehingga bisa dipahami oleh kita semua. Untuk penyelenggara, saya harap mampu menjaga netralitas untuk menjawab isu-isu yang tersebar bahwa penyelenggara bersikap tidak netral dalam pemilu tahun ini,” ujarnya.

Kemudian ia menegaskan bahwa debat harus diisi oleh panelis-panelis yang merupakan tokoh akademis sekaligus pakar di bidangnya.

Ia berharap pertanyaan dari panelis dijawab oleh capres sesuai dengan pertanyaan yang diberikan.

“Jangan kemudian pertanyaan apa, jawabannya ke mana-mana dan tidak jelas,” ucapnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kajati Jabar Lantik Kajari Sukabumi, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Komdigi dan DPR Gelar Literasi Digital: Teknologi Kunci Perkuat Ketahanan Pangan
Bubarnya Forum Diskusi di Kampus, GMPK Soroti Kemunduran Budaya Berdemokrasi ​
Jokowi Pakai Jaket PSI, Ancaman Nyata bagi Basis Pemilih PDIP
Pakar Sebut Hal Konyol Jokowi Bajak Kader PDIP
Terbongkar! Klinik Kecantikan Ilegal di Bali Ditutup, Libatkan Tenaga Medis Asing Tanpa Izin
Kericuhan Kopdar Total Politik Jadi Alarm Kekecewaan Generasi Muda terhadap Persoalan Bangsa
Dinamika di UGM: JAGATANI Minta Kritik Mahasiswa Dijawab Kebijakan Nyata
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:35 WIB

Kajati Jabar Lantik Kajari Sukabumi, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:40 WIB

Bubarnya Forum Diskusi di Kampus, GMPK Soroti Kemunduran Budaya Berdemokrasi ​

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:01 WIB

Jokowi Pakai Jaket PSI, Ancaman Nyata bagi Basis Pemilih PDIP

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:06 WIB

Pakar Sebut Hal Konyol Jokowi Bajak Kader PDIP

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:19 WIB

Terbongkar! Klinik Kecantikan Ilegal di Bali Ditutup, Libatkan Tenaga Medis Asing Tanpa Izin

Berita Terbaru

Keterangan foto : Pengiat Hukum Maruli Rajagukguk, Senin (13/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Pengacara: Penanganan Perkara di Polri Lambat, Rata-Rata 1–5 Tahun

Kamis, 18 Jun 2026 - 00:32 WIB

Megapolitan

Pemkot Tangerang Masuk Daftar Khusus KPK, Ada Apa?

Rabu, 17 Jun 2026 - 23:11 WIB